Fujisawa & Yokohama
Monday, October 31, 2005
Hari minggu kemarin kita pergi ke Fujisawa, ke rumah keluarga Higurashi dan ke Yokohama, ke apaato keluarga Sanjaya. Kel. Higurashi ini sudah aku kenal sejak aku sekolah di Okinawa thn 1997. Waktu liburan musim panas, aku main ke mainland dan sempet numpang nginep di rumah mereka dengan Renny, temen kuliahku. Sejak saat itu kita jadi dekat, waktu Ayana lahir pun mereka sempatkan menjenguk ke Nozawa Onsen! Keluarga Higurashi ini sangat baik, dan sangat senang pada orang Indonesia.
Kalau kepala kel. Sanjaya; Sandy, sih sebetulnya sudah kenal dari kecil. Sandy tinggalnya di seberang kiri rumahku di Jakarta dan temen seangkatan mas Hindi, kakakku. Tapi aku baru kenal istrinya; Kenny waktu Kenny dan Wisnu, putra pertamanya datang menetap di Yokohama ikut Sandy sekolah. Kita berhubungan lewat e-mail dan YM selama ini.
Rencana pergi ke Fujisawa sih sebetulnya sudah kita rencanakan sebulan yang lalu tetapi rencana ke Yokohama baru kepikir beberapa hari sebelumnya. Aku kan belum tahu jarak dari Fujisawa ke apaato Sandy seberapa jauh dan aku nggak enak juga minta Michio anter kesana. Setelah Michio ngubek-ngubek peta di internet seharian dan dia bilang , "Yos, boku (gue) udah ngerti jalan kesana!", baru aku kasih tau Kenny kita bener-bener mau main kesana.
Karena kita jalan kesana lewat tol, jaraknya jadi lebih pendek dan lebih cepat, tetapi begitu keluar tol dan masuk jalan bypass ke Fujisawa, mobil jalannya pelaaan banget karena kena macet. Jalan bypass ini termasuk jalan yang sering dilewati orang-orang untuk pergi ke tempat wisata yang terkenal sekitar Kanagawa-Ken, E no Shima (pulau E no shima), Kamakura dan Hakone.
Senangnya ketemu kel. Higurashi! Reikochan, putri mereka sekarang sedang mengandung 5 bulan dan perkiraan kelahirannya tanggal 8 maret, sama dengan tanggal kelahiran Ayana! Benar-benar jodoh ya kalau lahirnya tanggal 8 maret. Disana kita sempat main ke pantai Shounan, salah satu pantai terkenal di Jepang. jarak dari rumah Kel. Higurashi ke pantai ini cuma 10 menitan dengan jalan kaki. Dekeeet banget dan kelihatan E no Shima di depan mata ! Disana banyak orang-orang main surf, voli pantai, dan saat itu kebetulan ada lomba layang-layang menari. Pulangnya aku dibawain pecah belah, piring-mangkuk yang ibu Higurashi sudah janjikan sebelumnya, karena beliau tahu kita belum punya perlengkapan makanan lengkap. Kita boleh ambil semua..kalau tidak mau dikasih ke orang lain atau dibuang juga boleh, Ibu Higurashi bilang begitu saking banyaknya barang disana.. Alhamdulillah...rejeki!
Dari Fujisawa ke Yokohama, kita lewat bypass lagi yang sama macetnya kayak waktu berangkat. Kepalaku sampai sakit nggak sabar nungguin macet (udah lupa sama macetnya Jakarta sih). Setelah keluar macet, Michio salah jalan, masuk ke jalan tol! Untung pintu keluarnya berjarak 500m dan kita cuma bayar 100 yen. Dari sana kita muter-muter lagi sampai ketemu jalan yang ada di peta, dan kita salah arah lagi disekitar apaato Kenny. Tanya ke orang seven eleven, masih nggak tau juga. Yang aku heranin, kita udah berhenti di depan apaato mereka lho, baca nama apaato di remang-remang "Petite .... Rancel". Tapi di kepalaku adanya "Puchi Mezon Rancel" dengan huruf katakana, jadi aku bilang ke Michio kalau bukan itu apaatonya. Telmi ya?? Akhirnya kita balik ke seven eleven untuk telpon Sandy tanya arah ke apaato. Di telpon aku baru ngeh..ampun!! telmi baget deh!! Pulang dari apaato Kenny aku juga sampai terheran-heran..kok bisa nggak "ting!" ya waktu liat nama apaato mereka..
Kita telat 2 jam-an dari janji kita main ke sana sekitar jam 19.00, tapi mereka tetap ternenyum ramah menyambut kita. Tekwan juga sudah tersedia disana, tapi aku nggak nafsu makan saking excitingnya ketemu mereka. Kenny juga bikin bubur mutiara ala Thai yang enak (Michio lebih suka bubur mutiara daripada tekwan, dia ngaku). Kapan-kapan ajarin aku masak ya! Wisnu lucuuu banget pamerin bis dan kereta ke kita (anak cowok banget ya, hobinya kereta sama bis), ajak main Ayana sampai peluk, cium dan sayang-sayang Ayana. Bener-bener kakak yang baik deh. Akira, adik Wisnu yang lahirnya di sini bulan Juni lalu akhirnya kebangun karena kita heboh di ruang makan dan aku sempet gendong dia dan dia nggak nangis lho (apa belum ngerti aja kali ya?). Bener-bener lucuuuu mereka berdua! Sandy dan Kenny juga kelihatan kompak, pinter ngerawat anak, bener-bener pasangan yang patut ditiru deh (padahal baru pertama kali ketemu ya)!
Kita pulang jam 21.15-an, bener-bener tamu yang tak tahu waktu ya. Michio ngarepin jalan nggak macet lagi kayak siang dan sore tadi tapi begitu mau keluar tol, kena macet lagi...duuuh... kepalaku sakit lagi deh. Mana di jalan daerah Matsudo Michio salah jalan lagi.. dududuh.. maklum deh kita orang baru disini, tapi kepala udah nggak tahan nih! Akhirnya jam 23.15 kita sampai di rumah, minum neozep, sikat gigi, cuci muka trus blek!! Hari Minggu itu bener-benar hari yang menyenangkan sekaligus melelahkan, ii bouken datta...tapi kita jadi tahu kalau Odaiba cuma berjarak 1 jam dari rumah, airport Haneda juga deket (kapan mau jalan-jalan dalam negeri naik pesawat ya?). Kyou wa mata atarashii keiken to ii benkyou ga dekita!
Kalau kepala kel. Sanjaya; Sandy, sih sebetulnya sudah kenal dari kecil. Sandy tinggalnya di seberang kiri rumahku di Jakarta dan temen seangkatan mas Hindi, kakakku. Tapi aku baru kenal istrinya; Kenny waktu Kenny dan Wisnu, putra pertamanya datang menetap di Yokohama ikut Sandy sekolah. Kita berhubungan lewat e-mail dan YM selama ini.
Rencana pergi ke Fujisawa sih sebetulnya sudah kita rencanakan sebulan yang lalu tetapi rencana ke Yokohama baru kepikir beberapa hari sebelumnya. Aku kan belum tahu jarak dari Fujisawa ke apaato Sandy seberapa jauh dan aku nggak enak juga minta Michio anter kesana. Setelah Michio ngubek-ngubek peta di internet seharian dan dia bilang , "Yos, boku (gue) udah ngerti jalan kesana!", baru aku kasih tau Kenny kita bener-bener mau main kesana.
Karena kita jalan kesana lewat tol, jaraknya jadi lebih pendek dan lebih cepat, tetapi begitu keluar tol dan masuk jalan bypass ke Fujisawa, mobil jalannya pelaaan banget karena kena macet. Jalan bypass ini termasuk jalan yang sering dilewati orang-orang untuk pergi ke tempat wisata yang terkenal sekitar Kanagawa-Ken, E no Shima (pulau E no shima), Kamakura dan Hakone.
Senangnya ketemu kel. Higurashi! Reikochan, putri mereka sekarang sedang mengandung 5 bulan dan perkiraan kelahirannya tanggal 8 maret, sama dengan tanggal kelahiran Ayana! Benar-benar jodoh ya kalau lahirnya tanggal 8 maret. Disana kita sempat main ke pantai Shounan, salah satu pantai terkenal di Jepang. jarak dari rumah Kel. Higurashi ke pantai ini cuma 10 menitan dengan jalan kaki. Dekeeet banget dan kelihatan E no Shima di depan mata ! Disana banyak orang-orang main surf, voli pantai, dan saat itu kebetulan ada lomba layang-layang menari. Pulangnya aku dibawain pecah belah, piring-mangkuk yang ibu Higurashi sudah janjikan sebelumnya, karena beliau tahu kita belum punya perlengkapan makanan lengkap. Kita boleh ambil semua..kalau tidak mau dikasih ke orang lain atau dibuang juga boleh, Ibu Higurashi bilang begitu saking banyaknya barang disana.. Alhamdulillah...rejeki!
Dari Fujisawa ke Yokohama, kita lewat bypass lagi yang sama macetnya kayak waktu berangkat. Kepalaku sampai sakit nggak sabar nungguin macet (udah lupa sama macetnya Jakarta sih). Setelah keluar macet, Michio salah jalan, masuk ke jalan tol! Untung pintu keluarnya berjarak 500m dan kita cuma bayar 100 yen. Dari sana kita muter-muter lagi sampai ketemu jalan yang ada di peta, dan kita salah arah lagi disekitar apaato Kenny. Tanya ke orang seven eleven, masih nggak tau juga. Yang aku heranin, kita udah berhenti di depan apaato mereka lho, baca nama apaato di remang-remang "Petite .... Rancel". Tapi di kepalaku adanya "Puchi Mezon Rancel" dengan huruf katakana, jadi aku bilang ke Michio kalau bukan itu apaatonya. Telmi ya?? Akhirnya kita balik ke seven eleven untuk telpon Sandy tanya arah ke apaato. Di telpon aku baru ngeh..ampun!! telmi baget deh!! Pulang dari apaato Kenny aku juga sampai terheran-heran..kok bisa nggak "ting!" ya waktu liat nama apaato mereka..
Kita telat 2 jam-an dari janji kita main ke sana sekitar jam 19.00, tapi mereka tetap ternenyum ramah menyambut kita. Tekwan juga sudah tersedia disana, tapi aku nggak nafsu makan saking excitingnya ketemu mereka. Kenny juga bikin bubur mutiara ala Thai yang enak (Michio lebih suka bubur mutiara daripada tekwan, dia ngaku). Kapan-kapan ajarin aku masak ya! Wisnu lucuuu banget pamerin bis dan kereta ke kita (anak cowok banget ya, hobinya kereta sama bis), ajak main Ayana sampai peluk, cium dan sayang-sayang Ayana. Bener-bener kakak yang baik deh. Akira, adik Wisnu yang lahirnya di sini bulan Juni lalu akhirnya kebangun karena kita heboh di ruang makan dan aku sempet gendong dia dan dia nggak nangis lho (apa belum ngerti aja kali ya?). Bener-bener lucuuuu mereka berdua! Sandy dan Kenny juga kelihatan kompak, pinter ngerawat anak, bener-bener pasangan yang patut ditiru deh (padahal baru pertama kali ketemu ya)!
Kita pulang jam 21.15-an, bener-bener tamu yang tak tahu waktu ya. Michio ngarepin jalan nggak macet lagi kayak siang dan sore tadi tapi begitu mau keluar tol, kena macet lagi...duuuh... kepalaku sakit lagi deh. Mana di jalan daerah Matsudo Michio salah jalan lagi.. dududuh.. maklum deh kita orang baru disini, tapi kepala udah nggak tahan nih! Akhirnya jam 23.15 kita sampai di rumah, minum neozep, sikat gigi, cuci muka trus blek!! Hari Minggu itu bener-benar hari yang menyenangkan sekaligus melelahkan, ii bouken datta...tapi kita jadi tahu kalau Odaiba cuma berjarak 1 jam dari rumah, airport Haneda juga deket (kapan mau jalan-jalan dalam negeri naik pesawat ya?). Kyou wa mata atarashii keiken to ii benkyou ga dekita!

