Austria I
Wednesday, October 05, 2005
Sebetulnya banyak sekali yang mau diceritakan waktu kita jalan-jalan ke Austria bulan September lalu, cuma nggak sempat nulis dan bingung juga mau cerita dari mana.
Vienna, St. Poelten, Klein Poechlarn & Erdberg
Milena, adik Michio tinggal di apartemen di Vienna. Apartemen berkamar satu yang luas ini berisi sofa bed, meja belajar, tea table dan lemari-lemari. Dapur dan kamar mandi sih sudah pasti ada. Apartemen ini dijadikan home base kalau kita main ke Vienna, karena rumah mertua bukan di Vienna. Waktu pertama kali tiba di Austria, kita mampir ke apartemen Milena, buat ketemu Milena dan istirahat. Milena nggak bisa ikut jemput karena mobilnya nggak muat hehehe. Waktu ngantar pulang pun, dia nggak bisa ikut mobil jadi pulang ke Vienna dulu dan pergi naik kereta ke airport.
Waktu aku apply visa ke kedutaan Ceko dan mau liat-liat toko asia disana pun kita mampir ke apartemen Milena. Disana kita nginep semalam baru esok harinya jalan-jalan. Karena apartemennya cuma ada satu bed (sofa bed), Milena ngalah untuk tidur di sleeping bag di dapur. Waktu kecil Michio sekeluarga memang senang pergi naik gunung, jadi mungkin mereka pengalaman dengan tidur di sleeping bag. Cuma, tidur di sleeping bag di dapur itu sih pengalaman pertama kali buat Milena. Sori yaa.... tapi aku juga tidurnya nggak bisa enak kok, Ayana tidurnya kesana kemari, Michio juga makan tempat banyak..ihiks. Yang tidur belakangan emang pasti nggak dapet tempat ya.
Di Vienna kita sempat mampir ke Stephansplatz, dimana terdapat Kathedral dan gedung state opera yang terkenal, ke Naschmarkt (pasar), dimana banyak toko Asia, toko buah-buahan dll.
Rumah mertua terletak di St. Poelten, ibu kota dari propinsi Niederoesterreich (Lower Austria). Jarak dari Vienna ke St. Polten ini kira-kira 40 menit naik mobil lewat tol. Di kota ini Michio lahir dan dibesarkan dan pernah tinggal di 3 apartemen berbeda (pindah-pindah apartemen, maksudnya). Mertua tinggal di apartemen berkamar 3, cukup luas untuk ukuran 2 orang. Kita disana menginap di satu kamar, mertua di satu kamar, sedangkan Milena tidur di sofa bed di ruang tamu (kasian ya). Apartemen mertua termasuk strategis letaknya, belakang rumah ada SDnya Michio dulu, dekat rumah ada taman bermain yang terawat, jalan 5 menit ada Traisen Park, mall besar disana.
Selama di St. Poelten, kita dua kali pergi ke rumah peristirahatan kecil (villa) di desa Klein Poechlarn, 1,5 jam perjalanan dari rumah. Villanya terletak di bukit kecil di seberang sungai Donau yang terkenal itu. Dari villa kita bisa liat sungai Donau dibawah, bangunan-bangunan tua yang indah..bagus deh pemandangannya. Disana kita cuma duduk-duduk sambil ngobrol di teras rumah sambil memandang pemandangan di luar, sungai Donau dan bangunan-bangunan tua nun jauh dibawah sana, dan kehijauan sekeliling. Cocok deh kalau mertua menamakan vilanya sebagai "Midori no tengoku", surga hijau. Lagipula, kalau duduk di dalam rumah juga sumpek penuh boneka dan barang-barang koleksi mertua. Villa ini kalau aku bilang bukan buat ditinggalin, tapi buat museum deh. Semua barang disana kebanyakan barang-barang antik jadi mau duduk nggak enak, takut ngerusakin.. Apalagi Ayana...waah...dia harus digendong terus kalau main kesana.
Jalan-jalan ke Austria kali ini aku berniat untuk pergi jalan-jalan ke Ceko yang katanya deket banget dari rumah. Ternyata rumah baru mertua cuma 20 menit jaraknya dari perbatasan Ceko-Austria. Sekitar dua tahun yang lalu mertua membeli sebuah rumah pertanian di desa Erdberg, bagian utara Austria. Selama ini kan mereka tinggal di apartemen, yang bayarnya perbulan, jadi pingin dong punya rumah sendiri. Mereka sedikit merenovasi rumah sesuai keinginan, rumah bekas kandang kuda direnovasi menjadi galeri foto mertua laki-laki, menambah ruangan untuk ruang tv dan piano dll. Meskipun rumah pertanian, tapi bagus lho..aku sampai kaget, sebelumnya, kebayang rumah mbah di kampung..hehehe. Toilet dan kamar mandinya nggak kalah bagus sama di apartemen, ruang duduknya juga amat sangat hangat karena ada penghangat keramik jaman dulu berbahan bakar kayu. Rumah ini juga sudah lumayan lengkap perabotannya, karena mereka sering bolak balik menginap disana. Nnggak perlu deh repot-repot bawa gelas, kasur segala. Yang unik dari rumah pertanian disana adalah halaman rumah terletak dibelakang rumah. Waktu baru datang aku sempat heran, lho..katanya rumah ini punya halaman luas, kok pagar rumah juga nggak ada..ternyata begitu masuk baru kelihatan halaman yang memanjang sampai ke ujung jalan lain. Rumah baru ini penuh dihias dengan angel (malaikat) karena mertua perempuan sangat suka dan percaya akan adanya Angel, jadi mereka (aku ding!) menamakan rumahnya dengan Angel House. Sekitar musim semi tahun depan mereka berniat pindah ke rumah ini, jadi, kalau kita main kesana lagi suatu waktu, kita udah nggak ke St. Polten lagi deh.
Vienna, St. Poelten, Klein Poechlarn & Erdberg
Milena, adik Michio tinggal di apartemen di Vienna. Apartemen berkamar satu yang luas ini berisi sofa bed, meja belajar, tea table dan lemari-lemari. Dapur dan kamar mandi sih sudah pasti ada. Apartemen ini dijadikan home base kalau kita main ke Vienna, karena rumah mertua bukan di Vienna. Waktu pertama kali tiba di Austria, kita mampir ke apartemen Milena, buat ketemu Milena dan istirahat. Milena nggak bisa ikut jemput karena mobilnya nggak muat hehehe. Waktu ngantar pulang pun, dia nggak bisa ikut mobil jadi pulang ke Vienna dulu dan pergi naik kereta ke airport.
Waktu aku apply visa ke kedutaan Ceko dan mau liat-liat toko asia disana pun kita mampir ke apartemen Milena. Disana kita nginep semalam baru esok harinya jalan-jalan. Karena apartemennya cuma ada satu bed (sofa bed), Milena ngalah untuk tidur di sleeping bag di dapur. Waktu kecil Michio sekeluarga memang senang pergi naik gunung, jadi mungkin mereka pengalaman dengan tidur di sleeping bag. Cuma, tidur di sleeping bag di dapur itu sih pengalaman pertama kali buat Milena. Sori yaa.... tapi aku juga tidurnya nggak bisa enak kok, Ayana tidurnya kesana kemari, Michio juga makan tempat banyak..ihiks. Yang tidur belakangan emang pasti nggak dapet tempat ya.
Di Vienna kita sempat mampir ke Stephansplatz, dimana terdapat Kathedral dan gedung state opera yang terkenal, ke Naschmarkt (pasar), dimana banyak toko Asia, toko buah-buahan dll.
Rumah mertua terletak di St. Poelten, ibu kota dari propinsi Niederoesterreich (Lower Austria). Jarak dari Vienna ke St. Polten ini kira-kira 40 menit naik mobil lewat tol. Di kota ini Michio lahir dan dibesarkan dan pernah tinggal di 3 apartemen berbeda (pindah-pindah apartemen, maksudnya). Mertua tinggal di apartemen berkamar 3, cukup luas untuk ukuran 2 orang. Kita disana menginap di satu kamar, mertua di satu kamar, sedangkan Milena tidur di sofa bed di ruang tamu (kasian ya). Apartemen mertua termasuk strategis letaknya, belakang rumah ada SDnya Michio dulu, dekat rumah ada taman bermain yang terawat, jalan 5 menit ada Traisen Park, mall besar disana.
Selama di St. Poelten, kita dua kali pergi ke rumah peristirahatan kecil (villa) di desa Klein Poechlarn, 1,5 jam perjalanan dari rumah. Villanya terletak di bukit kecil di seberang sungai Donau yang terkenal itu. Dari villa kita bisa liat sungai Donau dibawah, bangunan-bangunan tua yang indah..bagus deh pemandangannya. Disana kita cuma duduk-duduk sambil ngobrol di teras rumah sambil memandang pemandangan di luar, sungai Donau dan bangunan-bangunan tua nun jauh dibawah sana, dan kehijauan sekeliling. Cocok deh kalau mertua menamakan vilanya sebagai "Midori no tengoku", surga hijau. Lagipula, kalau duduk di dalam rumah juga sumpek penuh boneka dan barang-barang koleksi mertua. Villa ini kalau aku bilang bukan buat ditinggalin, tapi buat museum deh. Semua barang disana kebanyakan barang-barang antik jadi mau duduk nggak enak, takut ngerusakin.. Apalagi Ayana...waah...dia harus digendong terus kalau main kesana.
Jalan-jalan ke Austria kali ini aku berniat untuk pergi jalan-jalan ke Ceko yang katanya deket banget dari rumah. Ternyata rumah baru mertua cuma 20 menit jaraknya dari perbatasan Ceko-Austria. Sekitar dua tahun yang lalu mertua membeli sebuah rumah pertanian di desa Erdberg, bagian utara Austria. Selama ini kan mereka tinggal di apartemen, yang bayarnya perbulan, jadi pingin dong punya rumah sendiri. Mereka sedikit merenovasi rumah sesuai keinginan, rumah bekas kandang kuda direnovasi menjadi galeri foto mertua laki-laki, menambah ruangan untuk ruang tv dan piano dll. Meskipun rumah pertanian, tapi bagus lho..aku sampai kaget, sebelumnya, kebayang rumah mbah di kampung..hehehe. Toilet dan kamar mandinya nggak kalah bagus sama di apartemen, ruang duduknya juga amat sangat hangat karena ada penghangat keramik jaman dulu berbahan bakar kayu. Rumah ini juga sudah lumayan lengkap perabotannya, karena mereka sering bolak balik menginap disana. Nnggak perlu deh repot-repot bawa gelas, kasur segala. Yang unik dari rumah pertanian disana adalah halaman rumah terletak dibelakang rumah. Waktu baru datang aku sempat heran, lho..katanya rumah ini punya halaman luas, kok pagar rumah juga nggak ada..ternyata begitu masuk baru kelihatan halaman yang memanjang sampai ke ujung jalan lain. Rumah baru ini penuh dihias dengan angel (malaikat) karena mertua perempuan sangat suka dan percaya akan adanya Angel, jadi mereka (aku ding!) menamakan rumahnya dengan Angel House. Sekitar musim semi tahun depan mereka berniat pindah ke rumah ini, jadi, kalau kita main kesana lagi suatu waktu, kita udah nggak ke St. Polten lagi deh.
0 Comments:
back home
Post a Comment
