Malu

Wednesday, April 25, 2007
Senin lalu sebelum pulang, kelas Aya diadakan pengukuran badan. Satu persatu anak dilucuti bajunya kecuali celana/diaper celana biar perhitungan berat badannya lebih akurat. Begitu giliran Ken chan, dia meronta- ronta menolak dengan keras untuk dibugili. Begitu bugil, sensei lihat kalau diaper celana Ken chan kelihatan penuh, so sensei minta untuk dicopot sebelum Ken chan ditimbang. Waaa..tambah heboh deh si Ken chan. Aku dan mamanya Souma kun yang duduk bersebelahan cuma bisa senyum-senyum lihat kesibukan di depan kelas. Tiba-tiba mama Souma kun buka percakapan.
"Malu ga kalau lihat anak cowok telanjang?"
"hmm..?"
"Kalau saya karena tiap hari ngeliat anak saya (cowok) telanjang sudah terbiasa, tapi saya malu kalau lihat anak cewek telanjang" katanya sambil ketawa
"Ooh...itu. Pahadal sendirinya cewek ya"
"Iya"
"Iya juga ya, saya juga suka malu kalo lihat anak cowok telanjang, kayaknya gimana gitu"
"nee.." (arti: setuju dengan jawabanku)

Ternyata ada temennya juga nih yang suka malu lihat anak lawan jenis anaknya bugil. Suka aneh aja kalau lihat anak-anak cowok pipis di toilet di depan toilet anak perempuan, kebiasa lihat bagian bawah Aya yang 'rata', begitu lihat anak cowok bugil, kok bagian bawahnya ada yang 'menonjol'? hehehe......

Para mama lain, sama ga perasaannya ya? Tapi kalau anaknya cowok & cewek pasti ga malu ya, wong dah biasa lihat dua-duanya..

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 3:35 PM, | 3 comments

No camera, keitai, and deliciously tempting bentou allowed!

Sunday, April 22, 2007
Jangan bosen baca cerita tentang sekolah Ayana ya, secara akhir-akhir ini emang aku sibuknya cuma di sekolah dia. Blog ini juga lama-lama jadi kayak blognya si tante yang lagi sekolah S2 di Seoul hehehe.. Tapi kenapa kebanyakan postingannya ga ditempelin foto-foto? karena sekolah Aya punya peraturan yang akhirnya bikin aku (dan para mama lain) jadi sungkan selama di sekolah. Bukannya protes, tapi pingin cerita aja.

1. Sebelum masuk sekolah, kami diberitahu mengenai kegiatan-kegiatan selama satu tahun disana. Ada chichioyasankanbi (para papa datang ke sekolah untuk melihat anak2nya sekolah), undoukai (pertandingan olahraga), ensoku (jalan-jalan), pool asobi (bermain di kolam renang) deelel yang kesemuanya boleh dihadiri oleh salah satu orang tua. Tapi, selama semua kegiatan-kegiatan tersebut berjalan, para orang tua tidak boleh mengambil foto anak-anak mereka. Para senseilah yang akan mengambil foto-foto mereka kemudian dicetak dan dijual ke para orang tua. Hidoi (kejam) ya? Alasannya, supaya para orang tua selalu berada di dekat anak-anak mereka, sama-sama menikmati kegiatan pada hari itu dan mempererat hubungan orang tua-anak.. Ga seru kalau hanya anak-anak yang menikmati acara sedangkan para orang tua sibuk ambil foto-foto anak-anak. Begitu dengar penjelasan tersebut, ga ada satu orang mamapun yang berani mengeluarkan kamera atau keitainya pada hari nyuuenshiki (acara tahun ajaran baru) atau hari-hari lain.. tapi waktu nyuuenshiki sih ga ada yang perlu difoto, masa mau foto para sensei waktu perkenalan?

2. Selama menemani anak-anak di sekolah maupun di bis, para orang tua diharapkan ga bermain-main dengan keitai-nya. Tahulah orang Jepun, tiada waktu tanpa main-main keitai. Keitai harus diset ke manner mode (vibrasi doang) atau dimatikan. Aku juga baru tahu kalau ga boleh pegang keitai setelah sehari sebelumnya aku buka keitai di dalam bis buat ngecek sms dari bunda Calya di hari ultahku (trims ya Sita buat ucapannya!). Mungkin karena aku main-main keitai, esoknya sensei memberi penjelasan ke para mama.. Huuh..pelit ya.

3. Sewaktu anak-anak makan siang, para mamapun ikutan makan siang di sebelah anak-anaknya. Hanya saja, para mama harus membawa bentou sendiri ke sekolah dan isi bentonya juga ga boleh yang mengundang tetangga sebelahnya (anak-anak) untuk pindah makan ke bento mamanya. Alasannya sudah jelas kan? Supaya anak-anak makan makanan yang sudah disediakan oleh sekolah, yang warna warni dan padat gizi (tapi jelas ga bikin anak-anak nafsu makan). Para mama diharuskan membawa bento yang sepi, onigirikei (onigiri,omusubi atau nasi kepel doang), lauk-lauk yang tanpa warna. Kalau aku sih sebetulnya asyik-asyik aja bawa bento yang kelihatannya enak, secara Aya ga bakalan ngelirik bentoku atau makanannya sendiri (dia malah ngelirik kalau aku makan nasi hangat pake kering teri kacang!) tapi demi solidaritas, bentoku cuma 2 buah onigiri-furikake kecil atau nasi isi abon, berlauk kadang sosis ayam kadang chicken karaage, atau tamagoyaki (telur dadar), dan sayuran mentah (salad), yang paling yummy cuma nasi goreng sosis ayam-telor. Porsinya pun sedikit. Merana banget kan? Tebak deh selama seminggu ini aku turun berapa kilo..

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 12:11 PM, | 2 comments

Bis Sekolah

Sekolah Aya menyediakan bis untuk mengantar jemput para muridnya. Bis biru dan bis merah untuk rute perjalanan Kashiwa utara dan selatan. Kalau ga salah, bis ini saling bertukar rute tiap 1 bulan sekali dan yang duduk didalamnya juga tukar tempat duduk (kiri ke kanan dan sebaliknya). Pasti biar pak supir ga bosen sama rute perjalanannya dan yang duduk didalam juga ga sakit kepalanya karena keseringan nengok ke salah satu jendela. Dua orang dewasa (bisa sensei atau kepsek playgroup sebelah) selalu siap didalam bis, menjaga anak-anak merangkap penjemput/penurun anak-anak (rada-rada kayak kondektur) dan memberitahu pak supir dimana harus berhenti karena kadang-kadang ada anak yang libur sehingga tidak perlu dijemput. Anak-anak (dan para mamanya) diharuskan sudah tiba di halte bis 5 menit sebelum waktu bis datang. Bila 15 menit bis ga datang, para mama bisa telpon ke sensei yang berada di bis.

Hari pertama sekolah Aya, aku sudah siap di halte bis 10 menit sebelum bis datang. Mulai bulan ini katanya giliran bis biru yang lewat rute selatan, daerah rumah kami. Aku dan Aya duduk di bangku panjang di dekat halte jadi aku ga perlu berdiri lama sambil tarik-tarik tangan Aya. Sambil nunggu bis, aku teringat mobil anter jemput jaman SD. Kami selalu setia menunggu mobil kuning-coklat bersupir pak Agus (kalo ga salah) dan berkernet Ujang (kalau ga salah juga), yang sering kita palakin kalau pulang sekolah di bangku panjang hijau di garasi rumah. Ga nyangka kalau sekarang aku harus nunggu bis sekolah lagi.


Menit-menit mendekati waktu bis datang, aku agak deg-degan, bis model gimana yang bakal menjemput? Kok bisnya ga dateng-dateng? Kaki dah mulai diuncang-uncang karena ga sabaran. Ga lama kemudian, bis besar ungu muncul dari belokan jalan. Sambil melihat bis, aku berdiri dan memegang tangan Aya, tapi karena ga ada tanda-tanda bis akan berhenti didepan kami, aku ajak Aya duduk lagi. Tak lihat dijendela depan bis tertulis 'rute selatan', tapi kok ga berhenti? kok bisnya warnanya ungu? kok ga ada bis yang jemput meskipun sudah lewat jam bis datang?

13 menit lewat dari jam bis datang aku tengok kanan kiri jalan, sambil siap pegang keitai (henpon), siap telpon sekolah, tanya soal bis dan siap pulang naik mobil sendiri. Tiba-tiba dari lawan arah bis ungu yang tadi lewat muncul lagi. Wah..bener, pasti itu bis sekolah! Begitu bis berhenti di sebrang jalan, aku langsung menyebrang sambil nyengir kuda. Tak lihat pak kepsek playgroup sebelah dan sensei turun dari bis sambil ngomong "okaasan, moushiwakearimasen.." (ibu, maaf ya) berulang-ulang kali sambil tangannya ditangkupkan model sungkeman didada gitu. Aku cuma bisa jawab "iie, daijobudesu.." (ga..ga papa kok) berulang kali sambil sibuk dudukin Aya di child seat dan terheran-heran dengerin penjelasan sensei, yang asli, sampai sekarang aku tetep ga ngerti kenapa aku hampir ditinggal..hehehe.

Apa mungkin sensei lupa kalau Aya mulai hari itu ikut bis sekolah? atau mungkin aku ga terlihat oleh pak supir jadi dilewatin? Kayaknya ga mungkin karena ada atau ga adanya murid, bis harus berhenti beberapa saat untuk menunggu murid yang telat. Kenapa aku ga berhentiin bis waktu lewat di depan mata? Laah...dibilangin bisnya warna biru, ya aku nunggu bis biru dong (oonnya, aku ga ngecek bis waktu ke sekolah sebeumnya). Lagipula, pak supirnya juga beda sama pak supir waktu perkenalan sehari sebelumnya (ternyata supirnya selalu ganti-ganti), jadi ga pedelah kalo nyetopin bis.

Sekarang ini aku dah akrab sama bis ungu yang dibilang biru ini. Duduk diseberang mamanya Masaki kun, ngobrol sana sini sembari ngapalin jalan. Kalau nanti harus naik bis merah, aku dah siap nyetopin bisnya kalau ga berhenti di depanku. Bis besar merah hati rada-rada marun, yoroshikune!

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 12:00 AM, | 3 comments

Pandagumi no kotachi (anak2 kelas Panda)

Tuesday, April 17, 2007
Kali ini mau gosip (cerita) tentang temen-temen sekelas Ayana. Ayana di TK ini masuk ke kelas Panda yang terdiri dari 7 orang anak, 6 anak laki-laki dan Aya dan 3 orang guru (sensei) wanita . Di kelas ini Aya paling mungil, paling muda dan paling cute (wong cewek satu-satunya). Anak baru di kelas selain Aya ada 2 anak laki-laki, Souma kun (3 thn 4 bln) dan Kento kun (Ken chan, 3 thn 8 bln). Teman-teman senior sih ga usah diceritain, secara mereka sudah terbiasa di kelas, sudah besar dan sudah lebih pinter dari anak baru. Tapi..anak2 baru ini nih yang bikin mama2nya pusing, terkikik-kikik atau urat sabarnya mau putus.

Nyuuenshiki (acara tahun ajaran baru), Ken chan, Souma kun, Aya terlihat anteng, main-main bareng mamanya, apalagi papanya Souma kun juga datang hari itu. Tapi begitu pisahan karena para orang tua dapat penjelasan dari kepsek, mulai deh ketahuan belangnya. Ken chan teriak-teriak panggil mamanya begitu kami lari-lari kabur ke ruang lain. Aya? Awalnya ga ngeh kalau aku ga ada, begitu tau dia langsung tengkurep terus terisak-isak. Akhirnya, Ken chan dan Aya diantar ke tempat kami..

Hari pertama sekolah, Ken chan sudah teriak-teriak "Mama, uchi kaeruu!" (Mama, ayo pulang) berulang-ulang sepanjang hari dengan suara keras dan intonasi khusus bikin aku senyum-senyum nahan ketawa sepanjang hari, intonasinya meninggi di akhir kata, susah deh niruinnya. Ga mau ikut senam, duduk di kursi, nyanyi atau dengerin sensei cerita. Maunya teriak2 "uchi kaeru" doang, bikin suara sensei ga kedengeran, nempel mamanya sampai mamanya kalau mau ke toilet harus main petak umpet. Kalau ketahuan mamanya menghilang, teriakannya berubah jadi "Mama..mama" sambil nangis sampai mamanya kembali ke kelas. Pusing deh dengerinnya. Tapi Ken chan ini pinter, kalau lagi main semua mainan dia sebutin nama dan warnanya, kayak "Midori shikaku (kotak hijau)!", "kiiroi bo-ru (bola kuning)" dan tentunya tak lupa sambil teriak dan dengan intonasinya yang khas itu (kayaknya Ken chan kalau bicara memang pake intonasi khusus itu). Hari kedua, Ken chan sudah agak tenang, tapi kadang-kadang dia suka tiba-tiba teriak "Uchi kaeru!" meskipun lagi asyik-asyik main bikin para mama tergelak-gelak.

Souma kun dan Aya termasuk anak-anak yang kalem, nurut kalau disuruh duduk (dengan mama-mamanya dibelakang siap menarik baju kalau mereka mau berdiri), senam (kalau ini Aya jadi bintang), atau dengerin cerita sensei. Hanya Souma kun masih suka nangis kalau mamanya menghilang (ke toilet) sedangkan Aya sudah cuek kalau aku tinggal. Waktu makan siang, Souma terlihat pintar makan dengan sumpitnya sedangkan Aya asyik mukul-mukul meja pakai sendok atau muntahin nasi yang baru tak suapin (sabar..sabar). Ken chan? Dia lebih tertarik untuk kembali ke kelas (atau pulang?) daripada makan, malah seringnya dia teriak "Mama iranai!" (aku ga butuh mama) sambil lari keluar ruangan. Lho..yang tadi teriak2 manggil mama itu siapa to?

Selama empat bulan para mama harus 'sekolah', memperhatikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk dipraktekan di rumah selain nemenin anak-anaknya. Mudah-mudahan saat mereka harus sekolah sendiri, mereka sudah lebih pintar dan mandiri. Aya sudah bisa makan dengan pintar, Souma kun dan Ken chan ga nangis lagi. Ga kebayang deh kalau para mama ga perlu ikut sekolah sekarang, 3 sensei pasti kelimpungan ngurusin anak-anak baru. Mungkin keadaannya sama seperti di hoikuen (penitipan anak) ya. Kalau aku sih sebetulnya malah seneng kalau ga ikutan sekolah, biar sensei yang nyuapin Aya makan hihihi..

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 3:23 PM, | 4 comments

Gakkou ni ittekima--su!

Friday, April 13, 2007
Mulai kemarin aku sekolah di TK Toyofuta. Masuk jam 10, selesai jam 2.15 tapi, 2 minggu ini jam 1.30 aku udah pulang karena sensei katanya mau datang ke rumah aku dan temen-temen lain buat ngecek keadaan di rumah. Aku dan mama berangkat jam 9 dari rumah ke halte bis, disana tunggu bis sekolah yang datang menjemput kira-kira jam 9.19. Sampai di sekolah, aku harus bekerja, ngeluarin buku-buku absensi-kesehatan-penghubung, tas isi gelas-sikat gigi dan kantong isi handuk untuk makan siang, tempel2 stiker di buku absensi lalu pakai topi dan keluar main di halaman sekolah. Setelah itu aku ikut senam, belajar bareng temen-temen dan makan siang. Setelah makan siang, aku harus sikat gigi dulu sebelum kembali belajar lagi. Pokoknya sibuuuk tapi asyiik deh. Mama juga harus nemenin aku selama 4 bulan ini, jadi mama pasti capek (mana kalau pulang sekolah aku pasti tertidur di bis, mama harus gendong aku). Untung aja setiap hari Rabu aku dapet libur karena masih kecil, kalo ga, mama pasti ngajakin bolos tuh karena bosen nemenin aku di sekolah.. Padahal aku pinginnya tiap hari ke sekolah.. Yaah..shouganainaa.. Ya udah, aku pergi sekolah dulu ya! gakkou ni ittekimasu!

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 4:24 PM, | 3 comments

Sweet Escape?

Tuesday, April 10, 2007
Jangan salahkan jendela apato yang sebesar pintu dan kuncinya gampang banget dibuka tapi salahkan diri sendiri kenapa suka lalai memperhatikan Ayana...

Sudah sering Aya main-main dengan jendela apato, dibuka kuncinya, dibuka jendela lebar-lebar dan duduk di depannya sambil ngobrol sendiri. Minggu lalu waktu telpon ke rumah Jakarta, tak cerita soal Aya yang suka buka jendela ke adikku, kebetulan Aya juga sedang main-main jendela di belakag sofa yang sedang aku duduki. Sambil ketawa ketiwi aku lihat bayangan mungil pink di balik jendela di samping sofa. Walaah...itu Aya pakai baju pink sudah lagi jalan-jalan di luar! Rupanya dia turun keluar lewat jendela itu. Buru-buru aku tutup telpon dan keluar lewat depan dan nyegat Aya di samping apato.. Tights-nya yang pink berubah jadi coklat tanah..

Siang kemarin, sewaktu aku makan siang sambil nonton TV, Aya asyik main-main di kamar tidur sebelah ruang TV, ngobrol sana sini. Lama kelamaan, ga terdengar suara dari kamar itu. Waktu tak cek, jendela kamar sudah terbuka!! Aku langsung lari keluar cari Aya, depan rumah...ga ada, lari ke jalan depan..ga ada juga, muter rumah-rumah didepan..ga ada juga. Aku sempet kembali ke rumah buat ngecek siapa tau ternyata Aya ngumpet di balik bed, ternyata tetap sepi di kamar. Aku kembali lari keluar cari Aya, kali ini aku muter jalan lain yang kira-kira Aya lewati.. Ga ada juga...Aduuuh...sambil lari-lari sempet terpikir kalau Aya diculik orang lewat.. Yah, biar Jepang negara aman, sekarang kan banyak orang aneh disini (biasa..keseringan nonton TV berita kriminal). Takutnya perasaanku saat itu.. Jantung kayaknya mau copot, kaki rasanya lemes ga bisa diajak lari (emang kurang olahraga juga sih). Kalau ketemu orangpun, dia ga bakal bisa kasih tau nama atau dimana tinggalnya, malah bikin repot orang yang ketemu Aya.. Mau telpon Michio, juga ga bakal ngebantu.. Pokoknya, saat itu aku cuma mikir kemana kira-kira Aya jalan sambil berdoa supaya ga ada kejadian aneh-aneh.

Begitu sampai di depan rumah di belakang apato, aku lihat sosok mungil lari-lari dari belokan jalan di depan.. Puiiih...leganya...Aya dengan gembiranya berlari-lari kearahku. Pasti dia takut karena jalan jauh-jauh tanpa aku jadi kembali kearah apato. Alhamdulillah...

Biar deh kaos kaki putihnya jadi hitam bulek kena aspal jalanan, yang penting Aya ketemu. "Soto de asobitakattara oshieteyo. Okutsu o haite, mama, soto ni ikouyo tte. Katteni mado o akete soto ni denaideyoo. Mama kowakattayo. Aya ga inaku naru to dousuru.." (Kalau mau main keluar, bilang mama dong, Nak. Jangan langsung kabur begitu aja.. Pakai sepatumu dan ajak mama. Mama takut banget, kalau Aya hilang gimana..) Jangan pernah tinggalin mama ya, Ya.. Yang diajak ngomong? senyum-senyum sambil mandangin mukaku yang campuran pingin nangis, ketakutan dan lega..

Malamnya, setelah cerita ke Michio soal kejadian siang, Michio ngobrol dengan Aya, "Kyou nigetandatte. Mama warukattamon, soto ni tsureteagenakattakarane" (Hari ini kata mama kamu kabur ya? Salahnya mama ya, kenapa ga ajak Aya main keluar). Sigh..Semoga ga pernah kecolongan lagi..
warukatta..warukatta..

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 3:53 PM, | 4 comments

Meguro...Meguro..

Monday, April 09, 2007
Kalau ngomongin Meguro, pasti ingetnya langsung ke KBRI, ngurus paspor atau visanya Aya, ketemu orang-orang imigrasi yang rada-rada bikin males atau ketemu junior-senior yang sedang bekerja disana. Tapi omongan kali ini bukan soal KBRI, tapi soal main ke apato barunya Faikar dan tabehoudai (all you can eat) di SRIT.

Sejak pindah ke Meguro, Dewi sering ngundang aku main kesana, lihat apato barunya yang letaknya cuma 5 menit dari SRIT, sekolahnya Faikar. Iming-imingi aku makan jajanan risoles yang dijual di SRIT, plus, kalau hari Jumat ada tabehoudai 600yen di kantin SRIT untuk bapak-bapak KBRI yang akan sholat jumat disana (tapi terbuka juga untuk umum). Siapa yang ga ngiler?

Akhirnya Jumat lalu main kesana. Sebelumnya aku janjian pergi dengan Maria, tapi berhubung suaminya tiba-tiba libur kerja dan pulang ke rumah Urayasu, Maria ga jadi ikut. Jam 12 aku sampai di apato Dewi. Sembari nunggu Dewi datang menjemput, aku jalan ke arah apaatonya, tiba2 Dewi muncul dengan jilbab merahnya. Aiiih...cantiknya! Apato barunya cuma 1 menit-an jalan kaki dari halte bis, asyik banget kan? Apatonya resik dan lebih luas dibanding apato yang dulu. Alhamdulillah, ternyata ayah Faikar pinter milih apato ya. Kami langsung keluar lagi untuk makan siang di kantin SRIT karena takut kehabisan makanan. Menu hari itu, gado-gado, sambel goreng ayam, sambel goreng nanas (lucu ya?), bakwan, sop dan kerupuk udang. Semuanya enak dan bener-bener rasa Indonesia (ga kayak resto Indonesia di sini yang disesuaikan sama lidah orang Jepang gitu lho) dan harganya murah pula! Pokoknya puas deh, bisa makan masakan uenak, dijamin halal tanpa perlu masak sendiri. Tak lirik piring bapak-bapak disebelah meja, wuuuih...nasi beserta lauknya kayak gunung, ga tau apa emang kalau makan segitu porsinya ya.

Setelah kenyang (yang kenyang aku & Dewi), Faikar dan Aya main-main sebentar di halaman sekolah baru kemudian pulang ke apato. Di apato kami asyik ngobrol ngalor ngidul sambil ngemil risoles, rempeyek kacang (kalo ini Aya yang banyak ngemilnya) dan ganep sementara Aya dan Faikar main-main di ball pool (maaf ya rumah mas Faikar diberantakin lagi sama Aya). Ga terasa tau-tau sudah jam 5, harus buru-buru pulang kalau ga mau ketemu orang-orang pulang kerja. Foto-foto sebentar (hampir kelupaan nih) terus cabut ke halte bis.

Hari itu tanoshikatta, mana aku dioleh-olehin risoles (padahal aku janji mau ntaktir risoles) dan dapat tempe. Terima kasih ya sudah ngundang kami! Kapan nih, Wicaksono fam main ke Kashiwa? Mas Faikar, ditunggu lho kunjungan balasannya!

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 10:50 AM, | 2 comments

Bukan gurabia aidoru (bikini model), iklanin ember atau lagi ngirit air..

Thursday, April 05, 2007

Sewaktu Aya kena influenza beberapa waktu lalu, aku sempet trauma mandiin Aya (berendem di bath tub) kelamaan, takut panasnya kumat lagi.. Kalau sore badannya paling tak lap pake handuk hangat. Tapi setelah dua hari panasnya ga muncul, aku mandiin Aya pakai ember kecil. Niatnya sih, Aya biar rendeman di dalam ember kayak dulu. Tapi..sayang oh sayang, aku lupa kalau Aya udah tambah besar.. Seluruh badannya ga bisa masuk ke ember seuprit itu. Akhirnya Aya bolak balik ganti gaya cari posisi duduk biar seluruh badannya kerendem di ember.. Kasian Aya dikerjain mamanya...

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 10:56 AM, | 5 comments

Sakuramatsuri & hanami

Monday, April 02, 2007
Sabtu-Minggu kemarin Matsudo, kota tetangga ngadain sakuramatsuri (festival sakura) di jalan Sakura di dekat Goko eki (stasiun) deket rumah sampai dekat Tokiwadaira eki. Memang setiap tahun kelihatannya mereka ngadain sakuramatsuri, hanya karena tahun lalu aku pulang ke Jakarta, baru tahun ini bisa lihat.

Karena Sabtu mendung, aku berencana pergi liat matsuri hari Minggunya, kebetulan di ramalan cuaca hari itu cerah dan hangat. Bener aja, kemarin banyak orang2 pakai baju lengan pendek atau celana capri saking hangatnya udara. Sehabis makan siang aku & Aya naik sepeda ke Goko eki (papanya Aya ga suka matsuri jadi jaga rumah), taruh sepeda di Konami sports terus nyebrang stasiun menuju jalan sakura. Sampai disana, sudah ada parade tari samba menyambut, nutupin jalan masuk. Setelah para penari samba minggir, baru deh kelihatan sakuramatsurinya. Ternyata modelnya sama kayak natsumatsuri (festival musim panas), tenda-tenda penjual takoyaki, yakisoba, chocobanana sampai kingyo sukui (mancing ikan mas) dan ball sukui (nyendok bola) disepanjang jalan, bedanya cuma sakuramatsuri ini diadain dibawah pohon sakura yang lagi mekar penuh! Cantiknyaaaa!! Sayangnya didekat jalan sakura ga ada lapangan/taman buat duduk-duduk berpiknik ria.

Agak ditengah-tengah perjalanan, aku liat diantara bangunan apartemen ada taman dengan beberapa pohon sakura yang cantiik. Ya udah, aku lepas Aya disana dan aku asyik ambil foto-foto. Karena ga bawa mat, aku duduk di rumput di dekat pohon sakura. Untung rumputnya bersih, ga ada kotoran pet (iih!). Bisa juga aku hanamian kemarin meskipun cuma berdua Aya. Cantiknya sakura kemarin, apalagi sewaktu kelopak-kelopaknya beterbangan tertiup angin, hujan sakura deh. Romantis! (apa ga ya?) Tadinya mau ajak Maria & Rui main kesana, tapi ingat papanya Rui selalu pulang ke Urayasu kalau akhir pekan, aku ga jadi ajak. Pasti seru deh mereka berdua main ayunan, kejar-kejaran di rumput atau main dorong-dorongan kayak di Disneyland minggu lalu.

Setelah bosen duduk-duduk dan bosen liat2 tenda-tenda jualan, akhirnya aku balik pulang. Ga kuat kalau harus jalan sampai Tokiwadaira eki terus balik lagi.. Betis bakal tambah gede dan lengan kiriku juga harus dipijet karena Aya dah ngantuk dan maunya digendong. Tahun depan, main lagi ah kesana dan inget-inget bawa mat!

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 12:02 PM, | 2 comments

Tokyo Disneyland

Sunday, April 01, 2007

Akhirnya jadi juga main ke Tokyo Disneyland setelah dapat pesen SB dari Maria kasih tau kalau Maria mau jalan-jalan ke Disney berdua dengan Rui. Berdua aja? Sebelumnya tak pikir Maria akan pergi ke Disney sekeluarga, jadiya aku juga pingin pergi bareng Michio, begitu baca pesennya, aku langsung ajak (minta) pergi bareng. Double date nih ceritanya, Rui-Aya, Maria-aku.

Emang sih, mungkin rasanya kurang seru jalan ga sama suami, ga ada tangan-kaki lebih buat jaga dan ngejar2 krucil. Tapi ternyata seru kok jalan bareng begini, barengan lari-lari ngejar krucil-krucil, barengan gendong dan ngobrol dimana saja-kapan saja.

Kamis lalu, kami janjian ketemu di dalam Disney. Kebetulan cuaca hari itu cerah, hangat meskipun paginya anginnya kenceng. Aku-Aya sampai disana jam 10.15, Maria-Rui datang kira-kira jam 11-an. Oh ya, aku masuk pakai 1000yen waribikiken (kupon potongan harga 1000yen) dari Michio, lumayan hitung-hitung harga tiket Disney sudah termasuk makan siang. Pengunjungnya bener-bener membludak karena liburan musim semi, ga anak-anak muda, ga keluarga, ga ibu-anak seperti kami, pokoknya penuuuuh banget bikin mabok (dan beneran mabok sih). Karena pengunjungnya banyak, antrian masuk permainannyapun jadi lebih lama jadi bikin males antri dan Aya dan Rui ga bakalan mau anteng ngantri. Sampai keluar Disney jam 6-an pun kami cuma main-main di daerah 'Toon Town', naik rakit nyebrang ke 'Tom Sawyer Island', main-main di gunung batunya dan masuk ke 'It's a small world' setelah nonton parade yang dimulai jam 3 dan naik bis muterin plaza. Yang bikin aku dan Maria takjub, Rui dan Aya duduk anteng dipangkuan kami selama menunggu parade dan sewaktu parade lewat, mereka asyik melambaikan tangan ke arah mbak-mas2 yang berparade. Aya, yang tak pikir bakal kaget denger suara musik yang hingar bingar malah langsung goyang2 dipangkuanku, dia juga kelihatannya senang sewaktu masuk di 'It's a small world' (istana bonekanya Dufan) sementara Rui agak-agak takut karena gelap. Sayang disayang, aku ga begitu banyak ambil foto selama di Disney, secara Aya ga bisa diem buat diambil fotonya (lihat foto didepan istana, Rui ngapain, aya ngapain) dan kemungkinan bukannya ambil foto-foto karakter atau bangunan disana tapi malah foto para pengunjung yang berseliweran itu.

Meskipun sampai dirumah aku 'tewas' karena masuk angin dan baru besok harinya bisa mengingat kembali acara jalan-jalan kemarin dan telapak kakiku ber'beng-beng' saking pegelnya, aku ga kapok deh main ke Disney berdua Aya. Apalagi Aya sudah mengerti karakter-karakter semacam Disney. Maria, tahun depan double date lagi yuuuk! Mudah-mudahan dapat rejeki lagi ya (amiin..amin..).

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 10:53 PM, | 3 comments
Lilypie 5th Birthday Ticker Lilypie 1st Birthday Ticker