
Akhirnya setelah 5 tahun tinggal di Jepang, aku berurusan sama sampah. Di tempat tinggal sekarang ini aku dikenalkan sama yang namanya gomi touban. Tau dong, sampah disini harus dipisah-pisahin sesuai jenisnya ga seperti di sampah di Indonesia yang semua macem jadi satu. Dan jenis sampah itupun diangkut pada hari-hari tertentu sesuai kalender masing-masing daerah. Senin dan Kamis untuk sampah yang bisa dibakar, Rabu untuk sampah plastik dan sampah yang bisa didaur ulang (sebulan dua kali). Kantong2 sampah dikumpulkan di satu tempat pembuangan dan kemudian truk kebersihan mengangkutnya.
Nah, gomi touban ini tugasnya antara lain mengikat plastik pembungkus sampah daur ulang (botol kaca) sebelum pak petugas datang mengangkutnya, membersihkan tempat sampah setelah truk kebersihan pergi membawa sampah, melipat net jaring penutup sampah biar ga dicoker2 burung gagak, dan mengecek sampah-sampah. Tugas ini dilakukan bergiliran sesuai urutan masuk ke perumahan ini dan minggu ini sampai minggu depan adalah tugasku mengurus tempat sampah. Ibu E, tetangga yang 'dituakan' oleh para penghuni perumahan datang kerumah untuk memberitahu soal piket ini dan apa2 yang harus dilakukan. Hmm..kayaknya sih gampang, tapi setelah tetangga seberang rumah cerita tentang tugas ini, aku jadi ga bisa tidur nyenyak (rada hiperbol nih).
Kalau selama ini papanya Aya yang bertugas mengangkut kantong sampah ke tempat sampah sembari berangkat kerja dan aku cuma bantuin ngiket plastik kantong sampah biar isinya ga muntah, 2 minggu kedepan aku harus (pura-pura) rajin mengangkut sampah untuk sekalian ngecek sampah2 lain (biar ga disangka iseng bongkar2 sampah orang gitu...). Hari ini, waktu aku sampai di tempat sampah, aku liat kantong sampah plastik yang salah satu isinya terdapat ebi (udang kering) di dalam kotak plastik dan botol minuman plastik di kantong sampah lain. Ini dia yang bikin aku ga nyenyak tidur, nyoker2 sampah orang lain yang sama sekali ga bertanggung jawab! bah!! Tetangga seberang rumah malah nemuin tahu putih di antara sampah plastik minggu lalu! Hueeek...!
Ternyata orang Jepang sama aja ya..meskipun sudah ada peraturan kapan harus membuang sampah, dan di tembok tempat sampah juga ada pengumuman, 'Jangan membuang sampah yang bukan harinya agar yang piket gak kerepotan', masih aja ada yang asal masukin sampah.. Jadi inget jaman di Nozawa, semua kantong sampah diberi nama sebelum dibuang. Ga jelas maksudnya apa. Apa ada orang yang ngecek kantong sampah satu persatu dan kalau ada yang salah masukin, si empunya sampah dipanggil? Hiii...kayak di TV Aja!
Labels: Japan