Kalau papa Mi belanja

Wednesday, September 17, 2008
Kayaknya sudah 2 tahunan lebih Michio ga pergi berbelanja sendiri. Sejak bisa nyetir, aku selalu pergi berbelanja sendiri, mau mampir-mapir kemana dulu juga ga ada yang protes, ga ada yang ngubek-ngubek keranjang belanja, dan yang jelas, keranjang belanjaku bebas dari cemilan.

Sabtu lalu aku minta tolong papanya Aya untuk berbelanja. Dia pergi ke suupa murah favoritnya. Ga lama pergi, ada sms dateng:

"Deterjen A****k ga ada, kalo T*P mau ga?"

"Ya sud, tapi kalau deterjen lebih baik beli di home center", balasku.

Pulang-pulang, dia tunjukkan struk belanjaan. "Kalau boku yang belanja pasti lebih irit.." Tak lihat, deterjen yang dia beli jauh lebih mahal daripada biasa. Aku pesen apel dibeli pir Jepang, susu juga merknya lain, cuma 2 kotak pula (pesen 4 kotak), kolpun dia beli yang segede-gede bagong.. Nyengir deh...

Minggunya, setelah ngajar Jerman dia pergi belanja lagi, kali ini barang-barang yang perlu dibeli disebelahnya tak tulis nama suupa biar dia ga salah beli. Pulangnya, jus sayur pesenanku dibeli merk lain, lebih mahal pula, "tak pikir kalau mahal lebih enak, kandungan vitaminnya kan juga lebih banyak, tapi ternyata di suupa lain harganya lebih murah..." kecele dia..hihihi. Apel akhirnya dibeli juga cuma rasanya manis (aku justru cari yang asem, di suupa kemarin), pewangi/pelembut pakaian belinya warna lain, sabun cuci piringpun beda wangi dan fungsi, sambal rayuu dibeli yang berisi bubuk cabe, dan satu kantong plastik penuh berisi cemilan kesukaannya.. walah... "Zuibun kattena kaimono shitetawane..", ujarku sambil terkikik-kikik.

Buat belanja lain kali, kayaknya aku harus tulis mendetil barang-barang yang mau dibeli, biar suami ga kecele dan aku ga terkaget-kaget lihat barang-barang belanjaan yang dia beli hihihi.. Belanja itu ternyata ga gampang ya...

Mi, iroiro arigatou, totemo tasukatteruyo.

Labels: ,

 
Aya no mama nulis jam: 1:02 PM, | 3 comments

H&M masup Jepun

Toko baju favoritku di Austria. Tiap main ke Austria pasti mampir kesini, dibela-belain main sendiri juga gapapa. Tokonya sih model-model Uniqlo, dimana-mana ada, harganya ga gitu mahal tapi bajunya (khususnya baju anak-anak) lucu-lucu, warnanya juga ga 'jimi' kayak baju-baju disini. Kayak GAP & Next gitu, warnanya bagus-bagus kan?

Mulai musim gugur ini katanya H&M dibuka di Ginza dan Harajuku. Walah...tempat kayak gitu bukannya kebanyakan toko-toko bermerk model Zara? H&M naik kelas dong di sini? kapan ya mereka buka cabang di Kashiwa? baju anak-anak masih lucu-lucu ga ya? Kalo papanya Aya sih bilang, "yang beginian kok dipikirin...dasar cewek".

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 11:08 AM, | 1 comments

Ayana itu mirip siapa?

Friday, January 11, 2008


Ikutan iseng kayak emaknya Keiko & bundanya Aksa...

Labels: ,

 
Aya no mama nulis jam: 1:06 AM, | 3 comments

Indo jin & O-sutoraria jin? Please deeh!! (lagi)

Monday, October 15, 2007
Percakapan beberapa minggu lalu dengan ibu H, ibu sebrang-samping rumah tentang masakan yang dimakan kami sehari-hari,
H san: "Hee...tiap hari makan kare terus kan?"
Aku : Sambil mikir 'pasti deh' "Ga dong..."
H san: "Tapi makan yang spicy gitu kan?"
Aku :"Ga juga, makan macem-macem kok"
H san: "Kalo papa kan orang O-sutoraria (Australia), makannya apa ya?"
Aku :"Bukan O-sutoraria, tapi O-sutoria (Austria), di Yo-roppa (Eropa)"
H san: "Oh...Yo-roppa..."

Jadi, ternyata selama 4 bulan kami tinggal berdekatan dengan keluarga H san, papanya Aya disangka orang Australia dan aku pasti disangka orang Indo (India)! Gubrak ga sih??!!

Memang sih, kami sering disangka orang-orang dari negara tersebut diatas hanya karena namanya mirip dan mereka suka kurang memperhatikan ucapan kami. Indonesia dengan Indo (India) emang sama pengucapannya tapi dengerin juga belakangnya dong ('shia'). Austria dengan Australia, juga mirip, hanya ga pake tambahan 'ra' aja.

Bahkan, jaman di Nozawa dulu sewaktu aku ikut kelas washi ningyou (membuat boneka washi), senseiku yang berumur 85 tahun selalu berpikir aku berasal dari India, "Kamu juga bisa bikin boneka washi pakai baju tradisional negara kamu kan, pake kain sari yang dilibet-libet gitu". Awalnya sih aku sempet keukeuh jelasin kalau aku bukan asal Indo, dan baju tradisionalku itu model kebaya, tapi...beberapa kali sensei bilang gitu, lama-lama aku capek njawabnya. Yah..udah umur 85 tahun, diiyain aja deh..hehehe

Kalau ada anak-anak bertanya tentang asalku, setelah memberitahu, aku selalu balik bertanya, dimana letaknya karena mereka selalu menyangka aku dari India. Kalau orang dewasa, asal mereka ga bilang, "Saya suka kare.." (dalam hati, so what gitu lho, gue juga suka!), aku ga akan memperpanjang pembicaraan tentang negara asal. Sama halnya dengan Michio, dia selalu disangka asal Australia, sekarang-sekarang ini aku suka ketawa kalau Michio mejawab asal negaranya dengan "O-suto...RIAdesu", suku kata 'ria' diberi intonasi tinggi biar mereka langsung ngerti hihihi..segitunya... Kadang kami juga suka memberi tambahan "Austria di Eropa" Atau "yang ibukotanya Wien", karena mereka pasti mengulanginya dengan, "O-sutorariadesune". Bete ga sih?

Hmm...kapan-kapan kalau aku ditanya negara asal, aku mau jawab dengan, "Dari Indo..NESHIAdesu. Tau Bali ga? Bali itu ada di Indonesia". Biar deh agak panjang jawabannya yang penting aku ga disangka masak kare dan makan nan tiap hari (kadang-kadang aja makan di resto Turban deket rumah).

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 11:55 AM, | 2 comments

Good news from Austria

Wednesday, August 22, 2007
Bukan..bukan.. bukan berita mertua atau adik ipar mau main kesini tahun ini atau suami dapet kerjaan disana.. tapi tentang nikah-menikah..

Pertama, adik ipar, Milena yang baru pacaran 2 tahun mutusin untuk bertunangan dengan pacarnya yang org Amerika. Begitu aku dikasih tau soal berita ini, langsung deh berandai andai.. Kalau mereka menikah, pasti mereka bakal menikah di Amerika dan aku bisa jalan2 kesana! Cihui!! Kalau selama ini suami pingin sekali jalan2 kesana tapi kepentok masalah cuti kerja dan visaku, kali ini mungkin diusahain bisa pergi, pingin dong nyaksiin mereka menikah. Dan, kalau mereka jadi menikah, keluarga suami bener2 jadi keluarga internasional.. Gimana ga, kakeknya biar tinggal di Austria tapi ternyata berdarah Ceko, ibunya Jepang, dia sendiri nikah dengan aku, org Indonesia, dan adiknya bakal menikah org Amerika. Waah..kl lagi ngumpul semua seru pasti ya.. Milena, konyaku omedetou! Semoga pacar kali ini bener jodohmu ya.

Kedua, teman sewaktu di Nozawa, pasangan Susi dan Otti yang org Austria. Dua-tiga tahun lalu mereka memutuskan untuk pulang ke Austria dan bekerja disana setelah 5 tahunan menetap di Nagano. Kemarin aku dapat imel kalau mereka sudah menikah awal bulan ini dan babynya akan lahir bulan depan. Meskipun Susi ga pintar bhs Jepang dan aku ga pintar bhs Jerman dan Inggris, sehingga setiap ketemu aku cuma jadi pendengar yg baik (dia juga emang rada bawel) tapi Susi bener2 temen yang baik, ramah dan supel. Kadang2 kangen sama obrolannya tapi lebih baik ngobrol lewat imel aja karena kasian dia karena kalo aku diajak ngomong bhs Inggris, aku mendadak telmi... Susi & Otti, gokekkon omedetou!

Duuh..eigo-ku kemana ya?? Gara2 belajar nihongo, eigo-ku jd kabur entah kemana.. Kudu belajar lagi nih biar keliatan lebih intelek dan ga malu2in ^-^

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 1:15 PM, | 2 comments

Warung sayur obachan

Friday, August 17, 2007
Letaknya deket banget dari rumah, kira2 4 menit jalan kaki menuju arah jalan raya. Yah, tempat tinggal kami memang bisa dibilang 'inaka' (kampung) kalau dibandingkan sama Tokyo yang penuh gedung2 tinggi (bukan Tokyo pinggir ya). Disana sini masih terdapat kebun2 dan tanah kosong sehingga pemandangan mujin chokubai (warung sayur tanpa penjual) kayak warungnya obachan (ibu-ibu) ini juga masih terlihat. Warung sayur ini beda sama warung2 sayur di Indonesia, obachan yang punya warung ga nungguin warungnya, setelah pilih2 sayur, para pembeli tinggal memasukkan uang yang harus mereka bayar di celengan berbentuk tabung panjang yang ditaruh di tiang penyangga atap warung. Sayangnya letak warungnya kurang indah, karena berada disebelah bangunan tempat menyimpan kayu2 (kayak gudang) dan bentuk warungnya pun seadanya aja.

Jenis sayur yang dijual lumayan banyak: aneka jenis nasu (terong), aneka jenis kabocha (labu) kayak tougan (labu putih), soumen kabocha (labu yg kl direbus/dikukus dagingnya berubah menjadi bentuk mi), negi (daun bawang), piiman (paprika hijau)-shishitou (sejenis cabe)-cabe ga pedes, buncis, jagung, kentang, sampai umeboshi (manisan buah ume) juga ada disana. Bahkan selama musim panas ini bunga2an kayak bunga matahari dan semangka juga dijual disana. Bentuk dan ukuran sayur2nya memang jauh dibawah standar sayur2 yang dijual di suupa, daun bawangnya lebih mendekati daun bawang Jakarta yang kurus langsing, paprikanya pun mungil2 tapi rasanya ya ga beda sama yang dijual di suupa dan harganya jauuuh lebih murah. Negi suupa 80 yen/batang, di warung obachan cuma 10 yen/2 batang, piiman suupa 100yen/bungkus, di obachan cuma 20 yen/bungkus. Buatku, daun bawang atau paprika ga perlu besar2, toh nantinya juga dipotong2 kecil2 juga kan? Tapi pernah lho aku liat ada kyuuri (timun) segede2 bagong disana! Kala Michio bilang kyuuri model Austria, beda dengan kyuuri sini yang kurus..

Hari ini kebetulan aku bertemu dengan obachan pemilik warung dan aku dibolehin membawa pulang semangka dan membayarnya nanti karena aku ga bawa cukup uang (niatnya cuma beli negi aja). Baiknyaa blio. Tapi blio berpesan untuk membungkus uang semangka dengan kertas dan menulis namaku disana (biar blio tahu aku dah bayar utang). Lho? disini ternyata ada model utang2an kayak di warung2 deket rumah Jakarta juga ya?

Setiap mengantar Aya ke halte bis pagi hari, aku selalu melirik warung obachan ini (makanya hafal sayur2 yang dijual disana). Kadang2 menyapa obachan yang masih menggotong2 sayurannya dari truk kecil suaminya. Apa sayur2 jualannya cukup untuk membiayai hidup mereka ya? Mungkin sebagian besar sayur sudah dijual di suupa2 dan sayur yang dijual di warungnya cuma sayur2 ga 'lulus' masuk suupa ya. Berkat sayur2 mereka, para ibu sekitar pasti senang karena uang belanja bisa bersisa banyak dan bisa disimpan sendiri (hesokuri) ^-^.

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 10:28 PM, | 5 comments

Beli rumah

Monday, August 06, 2007
Bulan lalu aku dan 2 orang mamanya temen Aya bertemu untuk makan siang bareng di Aeon. Ceritanya, kami bertiga ini para jomblo yang ditinggal sekolah anak tercinta (masih)satu2nya yang sedang (masih) kebingungan karena mendadak jomblo. Mama lain? mereka masih punya kesibukan nemenin anaknya yang lebih tua liburan musim panas, jadi mereka ga bisa ikutan kali ini. Tapi mulai bulan September, mereka bakal mendadak jomblo juga seperti kami bertiga dan bakal ikutan makan siang bareng. Horee!!

Eniwei, dalam acara siang itu kamis asyik ngobrol sana sini, soal anak2, tunjangan mereka, para sensei sampai soal binatang piaraan dan rumah. Tiba2 Sou chan mama membuka rahasia soal kepindahanku ke rumah baru,
SM (Souchan mama): "Aya chan mama kan pindah ke rumah baru ya"
A (aku) : "Iya.."
KM (Kazukun mama): "Oh ya? Sudah berapa kali lihat2 rumah sebelumnya?"
A: "Cuma sekali"
KM: "Hah?? Kok bisa, saya aja lihat2 berpuluh2 rumah sebelum beli rumah yang sekarang lho!" "Taihendatta (capek & repot lho) " sambil tertawa
SM: "Heee??" (gantian takjub) "Beli rumah cuma sekali lihat? Padahal minggu lalu kita kan ketemuan di D2 (homecenter), saya sempet lihat Aya chan papa & mama serius banget milih2 tempat sampah. Jadi beli rumah lebih gampang daripada beli tempat sampah??!"
A: sambil nyengir kuda "Iya lho.., soalnya rumahnya deket dari stasiun" (padahal ya jauh juga..)
Mereka cuma geleng2 kepala sambil menatapku.

Hmm..kalau dipikir2, emang kami (aku) ini rada2 juga waktu mutusin membeli rumah ini. Ga lihat2 tempat lain yang mungkin lebih bagus, lebih dekat dari stasiun atau lebih besar. Tapi kami yakin kalau rumah yang sekarang cocok dan pantas (ya harga, ya lokasi) buat kami dan mudah2an rumah kami nyaman & ngerejekeni (memberi rejeki) buat kami sekeluarga. Namanya jodoh kali ya.. Tapi emang sih, beli baju yang harganya cuma 1000yen aja aku suka lamaaa banget mutusin, malah kadang ga jadi beli. Lha ini kok kayak beli barang di 100yen shop, yang kalo rusak ya ga diseselin.. ^-^

Labels: ,

 
Aya no mama nulis jam: 4:53 PM, | 4 comments

Alat anti terik matahari

Tuesday, July 31, 2007
Jaman kuliah, barang yang ga pernah lupa dibawa selain buku kuliah & alat tulis adalah payung lipet. Karena jalan menuju kampus jauh dari jalan raya, payung jadi alat melindungi diri dari hujan ataupun terik panas matahari. Panasnya ga tahan siiih..

Kalau disini, payung ada 2 jenis, bukan payung panjang & payung lipet atau payung mahal & payung beli di 100yen shop tapi payung hujan dan payung summer (tak bilang payung obasan). Payung musim hujan sih sama aja kayak payung dimana2, berbahan ga tembus air tapi kalau payung musim panas berbahan kain tembus air, berenda2 di sekeliling payung macam payung yang dipakai sama none2 jaman Belanda, warnanya kalau ga putih ya hitam dan aku punya satu tuh pemberian temen tapi dah ga pernah dipake karena urat malu masih kenceng.

Yang heboh dan bikin aku geleng2 kepala, para wanita disini suka pakai sarung lengan, dan sarung leher selain topi sewaktu mereka berpanas2 kayak 2 orang senseinya Aya. Blio malah pakai ketiga2! (untung ga pegang payung summer segala). Emang sih aku juga ga kuat berpanas2 tapi sampai pake sarung2an begitu? ogah deh! "Kalau ga mau panas2 ya ga usah jadi sensei" begitu komen salah satu mama temennya Aya waktu kami ngobrol tentang para sensei. hehehe...Ada2 aja ya orang Jepun..

Labels: ,

 
Aya no mama nulis jam: 3:46 PM, | 1 comments

Bengoong

Gini nih kerjaan tiap pagi habis nganter Aya ke halte bis jalan raya. Selesai beberes, jemur2, terus ngadep TV. Bosen ngadep TV, jemuran tetangga & jalanan yang sepi jadi tontonan. Tapi bentar lagi pasti anak2 mulai muter2 naik sepeda. Alhamdulillah aku pesen bukunya teh Lizsa & mbak Seri jadi ga perlu kebanyakan bengong. Hmm..main ke perpus aja sekalian kali ya, biar hobi membaca tersalurkan.

* lg libur aerobik

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 11:14 AM, | 1 comments

Demam Billy

Tuesday, July 24, 2007
Hampir tiap hari aku selalu lihat si Billy ini, pria berkulit hitam yang bikin para wanita tergila2. Siapa dia? Itu tuh..instruktur program pengurusan badan yang ada di TV shopping. DVD 1 set (4 keping) ditambah tali (Billy's badn) menjamin para pengikut programnya melihat hasilnya dalam 1 minggu. Dalam satu minggu bisa terlihat lebih langsing? huaaa...mau dong!!! Ibu temen sekolah Aya pun sempet bilang kalau dia pingin 'Billy' yang sempet tak kira kependekan dari 'Billiard' (org sini kan suka bikin kependekan2 gitu) tapi sayang uangnya karena termasuk mahal buat ukuran ibu RT. Kalau patungan pun, Billy's band cuma 1, bisa2 jadi rebutan. Tapi, lihat seleb2 sini ternyata juga pengikut Billy buat menjaga kelangsingan badannya, aku juga ikut2 ngiler. Pulang anter Aya langsung lompat2 bareng Billy, kurus dalam seminggu..Iinaaa..

Senin kemarin, ibu teman sekolah Aya yang rumahnya dekat sini main ke rumah. Ga nyangka temenku ini ternyata pelari maraton dan dulunya instruktur aerobik. Kebetulan banget, aku juga suka aerobik, sudah 10 tahunan aku ga lompat2, dan kami juga punya waktu kosong setelah mengantar anak ke sekolah. Jadilah kemarin ini blio jadi instruktur aerobikku. Hasilnya, hari ini badanku pegel2, mata selalu berkunang2 dan yang tidur siang hari ini bukan Aya tapi aku! Oalaah...baru aerobik 1 hari aja dah keleyengan, gimana mau ikut programnya Billy yang 7 hari itu?? Bisa2 demam beneran aku ...

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 10:33 PM, | 2 comments

Meet my enemy (kecele)

Tuesday, May 08, 2007
Senangnya kalau sudah masuk musim semi ke musim panas, udara sudah mulai menghangat, baju ga perlu pake 2-3 lapis buat ngalangin udara/angin dingin yang pingin masuk sampai tulang. Bunga-bunga juga sudah mulai berganti dengan buah-buah dan musuh bebuyutanku juga pasti sudah asyik nongkrong di daun-daun. Huh!

Gara-gara hobi main lompat karet dibawah pohon jambu air didepan garasi rumah jaman SD, aku jadi takut, benci, geli dan sejenisnya sama yang namanya ulet. Dua kali bajuku ditempelin ulet bulu kuning-hitam besar waktu asyik lompat-lompat, huaah...inget kejadian waktu itu jadi aku bergidik hih. Michio, yang akhirnya tahu siapa musuhku seneng banget godain aku dengan membawa oleh-oleh ulet ke rumah dan nunjukin ke aku. Huah...

Setiap pergi ke halte bis, kami pasti melewati rumah yang memiliki 1 batang pohon sakuranbo (ceri Jepang). Awalnya, aku ga tau kalau itu pohon sakuranbo, hanya karena aku suka merhatiin tanaman-tanaman rumah orang, pohon itu jadi pusat perhatianku. Kenapa? Karena hampir di setiap ujung daunnya tak lihat ada ulet hijaunya! hiiiiiiii.... Setiap lewat pohon itu aku bakalan jalan zigzag, nyebrang jalan menghindari bawah pohon itu sambil merhatiin daun-daunnya, trus nyebrang balik lagi. Kemarin ini karena pohonnya mulai berbuah dan buah yang merah-merah banyak yang jatuh, aku baru tahu kalau pohon itu pohon sakuranbo. Sambil merhatiin buah-buah sakuranbo (ga niat nyolong lho, asli!) aku cari-cari lagi ulet di daun-daunnya. Malah aku sempet heran karena yang punya rumah sering banget naruh korden tipis diatas pohon itu (sempet kepikir yang punya rumah pingin ngilangin uletnya pake cara dijaring, ikan kali!). Ternyata oh ternyata, bukan ulet ijo yang nempel di ujung daun-daunnya, tapi ujung kanan atau kiri daun yang melengkung keatas jadi bentuk seperti ulet. Idihh bete banget! Saking ga percayanya, aku cross check sama pohon sakuranbo lain di deket halte bis, ternyata emang begitu.. Kenapa bisa begitu ya?

Tapi untuk amannya, aku tetep jalan menghindari pohon sakuranbo atau sakura yang ada ditaman (kan sama jenisnya), siapa tau ada ulet yang pingin ngelurusin kakinya trus terjun bebas pas diatas kepalaku. Oh no!!! Jangan sampe deeh!!

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 11:58 PM, | 1 comments

GW (Golden Week) kemana aja?

Monday, May 07, 2007
Pasti temen-temen yang tinggal di Jepun ga melewatkan liburan panjang (renkyuu) yang satu ini deh. Biasanya orang sini melewatkan GW dengan bepergian jauh, ke luar negri, pulkam nengok kakek nenek, ke tempat wisata atau yah..ga kemana-mana kayak kami ini.

Acara jalan-jalan ke Austria (pulkam) yang rencana perginya GW ini batal karena satu (tiket pesawat muahal bo'!) dan lain hal, tinggal opa dan obaachannya Aya yang memendam kesedihan karena ga ditengokin tahun ini. Sampai opanya Aya waktu telpon di hari ultahku sempet-sempetnya ngaku kalau dia pingin lihat anak kecil (Aya) lari-lari di taman belakang rumah barunya..ihiks. Maaf beribu maaf ya.. Dan kami juga ga nyiapin acara pengganti jalan-jalan Austria itu, paling-paling cuma ke IKEA, ngilangin kangen bau tokonya (idih..) sekalian lihat-lihat barang baru, main ke stasiun mall Kashiwa, lihat-lihat barang sale atau main shabondama (balon sabun) di parkiran depan. Papanya Aya kayaknya bener-bener nikmatin liburan dirumah ini, semingguan itu dia asyik jemurin jaket musim dingin dan barang-barang lain yang hampir berjamur karena lembabnya oshiire (lemari baju) di apato. Pingin ajak Aya ke tempat rekreasi tapi bingung cari tempat rekreasi yang ga banyak pengunjungnya dimana. Tau aja, pergi ke tempat rekreasi disini pas liburan sama aja 'cari mati'. Heran deh, Jepang katanya penduduknya ga banyak tapi kok kemana-mana harus antri?

Teman-teman, renkyuu kemarin jalan-jalan kemana? Ada tempat asyik yang ga penuh dan letaknya dideket Kashiwa ga? Kasih tau dong.. Biar tahun depan kami ga istirahat lagi dirumah :-)

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 11:26 PM, | 2 comments

Malu

Wednesday, April 25, 2007
Senin lalu sebelum pulang, kelas Aya diadakan pengukuran badan. Satu persatu anak dilucuti bajunya kecuali celana/diaper celana biar perhitungan berat badannya lebih akurat. Begitu giliran Ken chan, dia meronta- ronta menolak dengan keras untuk dibugili. Begitu bugil, sensei lihat kalau diaper celana Ken chan kelihatan penuh, so sensei minta untuk dicopot sebelum Ken chan ditimbang. Waaa..tambah heboh deh si Ken chan. Aku dan mamanya Souma kun yang duduk bersebelahan cuma bisa senyum-senyum lihat kesibukan di depan kelas. Tiba-tiba mama Souma kun buka percakapan.
"Malu ga kalau lihat anak cowok telanjang?"
"hmm..?"
"Kalau saya karena tiap hari ngeliat anak saya (cowok) telanjang sudah terbiasa, tapi saya malu kalau lihat anak cewek telanjang" katanya sambil ketawa
"Ooh...itu. Pahadal sendirinya cewek ya"
"Iya"
"Iya juga ya, saya juga suka malu kalo lihat anak cowok telanjang, kayaknya gimana gitu"
"nee.." (arti: setuju dengan jawabanku)

Ternyata ada temennya juga nih yang suka malu lihat anak lawan jenis anaknya bugil. Suka aneh aja kalau lihat anak-anak cowok pipis di toilet di depan toilet anak perempuan, kebiasa lihat bagian bawah Aya yang 'rata', begitu lihat anak cowok bugil, kok bagian bawahnya ada yang 'menonjol'? hehehe......

Para mama lain, sama ga perasaannya ya? Tapi kalau anaknya cowok & cewek pasti ga malu ya, wong dah biasa lihat dua-duanya..

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 3:35 PM, | 3 comments
Lilypie 5th Birthday Ticker Lilypie 1st Birthday Ticker