Indo jin & O-sutoraria jin? Please deeh!! (lagi)
Monday, October 15, 2007
Percakapan beberapa minggu lalu dengan ibu H, ibu sebrang-samping rumah tentang masakan yang dimakan kami sehari-hari,
H san: "Hee...tiap hari makan kare terus kan?"
Aku : Sambil mikir 'pasti deh' "Ga dong..."
H san: "Tapi makan yang spicy gitu kan?"
Aku :"Ga juga, makan macem-macem kok"
H san: "Kalo papa kan orang O-sutoraria (Australia), makannya apa ya?"
Aku :"Bukan O-sutoraria, tapi O-sutoria (Austria), di Yo-roppa (Eropa)"
H san: "Oh...Yo-roppa..."
Jadi, ternyata selama 4 bulan kami tinggal berdekatan dengan keluarga H san, papanya Aya disangka orang Australia dan aku pasti disangka orang Indo (India)! Gubrak ga sih??!!
Memang sih, kami sering disangka orang-orang dari negara tersebut diatas hanya karena namanya mirip dan mereka suka kurang memperhatikan ucapan kami. Indonesia dengan Indo (India) emang sama pengucapannya tapi dengerin juga belakangnya dong ('shia'). Austria dengan Australia, juga mirip, hanya ga pake tambahan 'ra' aja.
H san: "Hee...tiap hari makan kare terus kan?"
Aku : Sambil mikir 'pasti deh' "Ga dong..."
H san: "Tapi makan yang spicy gitu kan?"
Aku :"Ga juga, makan macem-macem kok"
H san: "Kalo papa kan orang O-sutoraria (Australia), makannya apa ya?"
Aku :"Bukan O-sutoraria, tapi O-sutoria (Austria), di Yo-roppa (Eropa)"
H san: "Oh...Yo-roppa..."
Jadi, ternyata selama 4 bulan kami tinggal berdekatan dengan keluarga H san, papanya Aya disangka orang Australia dan aku pasti disangka orang Indo (India)! Gubrak ga sih??!!
Memang sih, kami sering disangka orang-orang dari negara tersebut diatas hanya karena namanya mirip dan mereka suka kurang memperhatikan ucapan kami. Indonesia dengan Indo (India) emang sama pengucapannya tapi dengerin juga belakangnya dong ('shia'). Austria dengan Australia, juga mirip, hanya ga pake tambahan 'ra' aja.
Bahkan, jaman di Nozawa dulu sewaktu aku ikut kelas washi ningyou (membuat boneka washi), senseiku yang berumur 85 tahun selalu berpikir aku berasal dari India, "Kamu juga bisa bikin boneka washi pakai baju tradisional negara kamu kan, pake kain sari yang dilibet-libet gitu". Awalnya sih aku sempet keukeuh jelasin kalau aku bukan asal Indo, dan baju tradisionalku itu model kebaya, tapi...beberapa kali sensei bilang gitu, lama-lama aku capek njawabnya. Yah..udah umur 85 tahun, diiyain aja deh..hehehe
Kalau ada anak-anak bertanya tentang asalku, setelah memberitahu, aku selalu balik bertanya, dimana letaknya karena mereka selalu menyangka aku dari India. Kalau orang dewasa, asal mereka ga bilang, "Saya suka kare.." (dalam hati, so what gitu lho, gue juga suka!), aku ga akan memperpanjang pembicaraan tentang negara asal. Sama halnya dengan Michio, dia selalu disangka asal Australia, sekarang-sekarang ini aku suka ketawa kalau Michio mejawab asal negaranya dengan "O-suto...RIAdesu", suku kata 'ria' diberi intonasi tinggi biar mereka langsung ngerti hihihi..segitunya... Kadang kami juga suka memberi tambahan "Austria di Eropa" Atau "yang ibukotanya Wien", karena mereka pasti mengulanginya dengan, "O-sutorariadesune". Bete ga sih?
Hmm...kapan-kapan kalau aku ditanya negara asal, aku mau jawab dengan, "Dari Indo..NESHIAdesu. Tau Bali ga? Bali itu ada di Indonesia". Biar deh agak panjang jawabannya yang penting aku ga disangka masak kare dan makan nan tiap hari (kadang-kadang aja makan di resto Turban deket rumah).
Labels: ngopi-ngopi
2 Comments:
back home
Post a CommentSamaaa... Niken, aku juga sering disangka asal India, padahal aku khan gak pernah geleng2 kepala sambil ngomong "nehi-nehi", hehe. Eh, pr-nya belum aku kerjain nih, sabar ya.
he..hee..lucu juga yaa org nihon itu...sabar aja yaa Niken..^-^


