Tante dari Korea

Monday, June 23, 2008
Rabu malam lalu Donna kembali datang ke Jepang dan nyempetin menginap semalam di rumah. Donna ini selalu nyempetin main atau menginap di apato/rumah sejak kami tinggal di Nozawa onsen 6 tahun lalu dan lebih sering menjenguk kami dibanding ortu kami.. Baik yaaa.... Makanya, ibuku selalu berpesan, "Bilang Donna ya, terima kasih selalu nengokin kamu disana". Kalau pulang ke Jakartapun dia selalu nyempetin main ke rumah, cuma tahun ini karena Donna kuliah S2 (lagi) di Korea, aku ga ketemu dia waktu pulang kemarin.










Dengan bawaan tugas paper berdeadline Minggu malem (dah kelar belum, Don?), Donna main ke rumah Kamis kemarin. Aya jelas seneng banget kedatangan tamu. Begitu bangun tidur, Donna ada disebelahnya (karena aku habis cerita serem jadi dia ga mau tidur sendiri), kamar Aya pun yang biasanya ramai mendadak sepi karena Donna ngajak main game PC setelah mandi pagi. Sorenya pun Aya tertidur setelah di pijet dan di 'creambath' tante Donna.

Buat makan malem dan siang, aku cuma bikin rendang ayam, tahu dan telur ceplok, dimakan bersama sambel hijaunya tante Nani. Sambel hijaupun dapet pujian Donna, suami yang dikerjain Donna ikut icip-icip sambel itu juga memuji, "Enak tapi terlalu pedas". Well...sambel hijaupun akhirnya habis kemarin malam...

Terima kasih ya, dah nyempetin mampir ke rumah! Kapan-kapan nginep yang lama dooong!!

Labels: ,

 
Aya no mama nulis jam: 5:52 PM, | 2 comments

Chichioya sankanbi

Friday, June 13, 2008
Hari Minggu yang lalu giliran para papa yang datang ke TK buat bermain bersama anak-anaknya. Kelihatannya semua papa sangat menantikan hari itu, seperti pernyataan para mama sewaktu berkumpul di kegiatan ibu-ibu TK (Bambi kai). Tinggal para mama yang mengeluh karena harus membuat bentou di Minggu pagi. Yah..kegiatan ini cuma diadakan setahun 2 kali, dan biasanya yang kedua kalinya makan siang disediakan di sekolah, jadi setahun sekali pamer bentou dihadapan para sensei gapapa kan..

Papanya Aya pun sangat menanti-nantikan hari itu, tapi dasar orangnya cuek, pinginnya cuma bawa diri aja ke sekolah, maksudnya, minta aku yang anter sampai sekolah dengan alasan ga tahu jalan sama seperti tahun lau.. Alasan deeh... Karena aku pingin santai sendirian di rumah, Michio cuma tak kasih ancer-ancer jalan masuk ke TK.

Hari Minggu itu, hari yang paling menyenangkan bagiku. Meskipun hari biasapun aku terbiasa sendiri, tapi hari itu rasanya berbeda. Setelah mereka berangkat jam 9, aku langsung beberes sebentar dan duduk di sofa leyeh-leyeh sambil ngebayangin mereka berdua di sekolah (sempet tiduran pula). Aya bikin kerusuhan apalagi ya...hehehe

Jam tiga mereka sudah pulang, Michio membawa segudang cerita tentang kegiatan hari itu, sama seperti aku yang selalu bercerita tentang Aya. Kalau ga pergi ke sekolah, para papa cuma tahu dari cerita istri-istrinya tentang anak-anak tercintanya. Paling-paling cuma komentar, "hee....", "masa?" atau "hebat dong..". Kali ini mereka melihat dengan mata dan kepala mereka sendiri perkembangan anak-anaknya. Arigataine, kou iu ibento ga atte..

Labels: ,

 
Aya no mama nulis jam: 11:39 AM, | 0 comments

Hiiiiiii!! (Ulet lagi ulet lagi)

Friday, June 06, 2008
Kenapa sih harus ada makhluk bumi yang namanya ulet??? Ga cuma ulet kecil, ulet ijo atau ulet bulu, pokoknya yang namanya ulet, wuaaah...bikin merinding deh.

Setiap mengantar jemput Aya, sambil berjalan mataku ga bisa lepas dari tanaman-tanaman yang berada disepanjang jalan. Ga cuma menikmati warna-warna bunga atau membayangkan berapa bulan lagi bunga-bunga buah kaki menjadi buah dan siap dipetik (kali-kali aja dibagi lagi) tapi aku juga suka memperhatikan daun-daunnya khususnya yang bentuknya agak-agak ajaib. Siapa tau ada ulet menempel disana..hiiiiii. Beberapa hari yang lalu, seperti biasa lihat-lihat tanamannya ojisan yang dulu memberi kaki, tiba-tiba mataku terpaku pada beberapa daun yang berwarna abu-abu dan berbulu.. Aneh... Ternyata setelah diperhatikan, daun itu penuh dengan ulet bulu abu-abu!!! Kaburrrrrrrrr.........

Untuk tanaman dalam pot, aku suka memperhatikan sekeliling pot. Biasanya kalau ada bulet-bulet kecil seperti tanah berserakan didekat pot, jelas bukan karena cekeran ayam, tapi ada ulet yang lagi maimpir di tanaman itu. Seperti tadi pagi, tak lihat ada beberapa butir gumpalan hitam kecil seperti tanah di tangga dibawah pot ivy. Sempet heran karena tanaman itu ditaruh dijendela yang tinggi, ga mungkin terjamah Aya. Baru inget, jangan-jangan... Bener, ada satu ulet hijau 3cm-an sedang asyik jalan-jalan ditangkai ivy-ku!! Huaaa....sambil merinding buru-buru aku buang ke halaman. Lebih baik disingkirkan sendiri daripada minta tolong Michio, yang ada nanti dia malah jejelin uletnya ke aku buat nakut-nakutin. Hiiiiiii!!! Tapi aku jadi agak trauma kalau lewat tangga itu, siapa tau ada ulet lain...

Tanaman-tanaman diluar pun sedikit agak terbengkalai semenjak aku ketemu beberapa ulet sewaktu mencabuti umbi-umbi bunga tulip.. Sementara ini biar deh bunga-bunga lain puas bermekaran daripada aku harus berhadapan dengan ulet-ulet. Nanti kalau tanamannya sudah mulai mulai merimbun, siapkan hati buat ketemu mereka. Huaaaaa......

Labels: ,

 
Aya no mama nulis jam: 2:42 PM, | 0 comments

Sepatu..oh...sepatu..

Thursday, June 05, 2008
Para mama, pernah ga ketinggalan sepatu anak waktu bepergian?? masih mending ketinggalan payung atau tas deh (asal jangan dompet ya, ntar ga bisa belanja dong) daripada sepatu...apalagi lagi berbadan dua begini...

Kejadiannya kemarin, aku harus antar Aya ke terapi bahasa di gedung sebelah balai kota dan setelah itu ke balai kota mengurus kartu day service. Jam 9 kurang kami mulai sibuk berangkat, bukain pintu mobil buat si Aya, bukain sepatunya sebelum naik ke child seat, baru duduk dibelakang setir. Bener-bener supir banget ya. Sampai diparkiran balai kota, kembali sibuk ngurusin si putri, buka pintunya, pasang sepatunya....lho, kok sepatunya cuma sebelah kiri? yang kanan dimana? mulai deh aku sibuk ngelongok-ngelongok bawah jok mobil sambil ngomong sendirian (Jepun banget). Waduuh....jangan-jangan sepatu Aya ketinggalan di parkiran rumah..trus gimana caranya Aya sampai ke kelas dan ke balai kota? Buggynya juga tak tinggal diteras rumah karena tak pikir ga bakal kepake.. masa mau nyeker? duduh...mau ga mau aku harus gendong Aya kemana-mana nih.. Beli sepatu/sendal juga ga mungkin, di balai kota...mana ada yang jual sandal kayak di pasar kaget didepan kantor-kantor pemerintah Jakarta (masih ada ga ya?)

Sambil berdoa tak gendong Aya sampai ke kelas. Berat euy...meskipun cuma 14 kg, tapi dah lama aku ga gendong Aya. Dikelas aku curhat ke senseinya Aya, dan sepanjang pelajaran aku kepikiran harus gendong Aya ke balai kota. Setelah selesai, sensei bilang kalau blio harus ke balai kota jadi blio yang akan menggendong Aya sampai balai kota. Hah?!! Ga pernah deh senseinya Aya keluar setelah kelas karena blio pasti harus mengajar anak lain. Alhamdulillah, ternyata blio punya 1 jam kosong setelah mengajar Aya dan sebetulnya kalau aku bilang ada keperluan di balai kota, blio bersedia menemani Aya selama aku ke sana. Baiknyaaaaaaaa... Akhirnya blio menggendong Aya sampai ke meja buat mengurus kartu, baru kemudian pergi mengurus keperluannya. Tottemo tasukatta!!!!! Doumo sumimaseen...

Meskipun dari balai kota aku tetap harus menggendong Aya sampai parkiran mobil dan sebelumnya harus mampir beli bento onigiri (niatnya mau makan udon di mall padahal), tapi bener-bener tertolong banget.. Sampai di rumah, sepatu kiri Aya tergeletak di pinggir parkiran mobil dengan tenangnya... Halah.....gara-gara sepatu sebelah jadi ga jadi jalan-jalan cari mainan ya, Ya...
P.S: Jadi inget cerita bunda Faikar tentang sepatunya Faikar yang ketinggalan di eki.. Dewi, I miss you!!

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 5:12 PM, | 1 comments
Lilypie 5th Birthday Ticker Lilypie 1st Birthday Ticker