Warung sayur obachan

Friday, August 17, 2007
Letaknya deket banget dari rumah, kira2 4 menit jalan kaki menuju arah jalan raya. Yah, tempat tinggal kami memang bisa dibilang 'inaka' (kampung) kalau dibandingkan sama Tokyo yang penuh gedung2 tinggi (bukan Tokyo pinggir ya). Disana sini masih terdapat kebun2 dan tanah kosong sehingga pemandangan mujin chokubai (warung sayur tanpa penjual) kayak warungnya obachan (ibu-ibu) ini juga masih terlihat. Warung sayur ini beda sama warung2 sayur di Indonesia, obachan yang punya warung ga nungguin warungnya, setelah pilih2 sayur, para pembeli tinggal memasukkan uang yang harus mereka bayar di celengan berbentuk tabung panjang yang ditaruh di tiang penyangga atap warung. Sayangnya letak warungnya kurang indah, karena berada disebelah bangunan tempat menyimpan kayu2 (kayak gudang) dan bentuk warungnya pun seadanya aja.

Jenis sayur yang dijual lumayan banyak: aneka jenis nasu (terong), aneka jenis kabocha (labu) kayak tougan (labu putih), soumen kabocha (labu yg kl direbus/dikukus dagingnya berubah menjadi bentuk mi), negi (daun bawang), piiman (paprika hijau)-shishitou (sejenis cabe)-cabe ga pedes, buncis, jagung, kentang, sampai umeboshi (manisan buah ume) juga ada disana. Bahkan selama musim panas ini bunga2an kayak bunga matahari dan semangka juga dijual disana. Bentuk dan ukuran sayur2nya memang jauh dibawah standar sayur2 yang dijual di suupa, daun bawangnya lebih mendekati daun bawang Jakarta yang kurus langsing, paprikanya pun mungil2 tapi rasanya ya ga beda sama yang dijual di suupa dan harganya jauuuh lebih murah. Negi suupa 80 yen/batang, di warung obachan cuma 10 yen/2 batang, piiman suupa 100yen/bungkus, di obachan cuma 20 yen/bungkus. Buatku, daun bawang atau paprika ga perlu besar2, toh nantinya juga dipotong2 kecil2 juga kan? Tapi pernah lho aku liat ada kyuuri (timun) segede2 bagong disana! Kala Michio bilang kyuuri model Austria, beda dengan kyuuri sini yang kurus..

Hari ini kebetulan aku bertemu dengan obachan pemilik warung dan aku dibolehin membawa pulang semangka dan membayarnya nanti karena aku ga bawa cukup uang (niatnya cuma beli negi aja). Baiknyaa blio. Tapi blio berpesan untuk membungkus uang semangka dengan kertas dan menulis namaku disana (biar blio tahu aku dah bayar utang). Lho? disini ternyata ada model utang2an kayak di warung2 deket rumah Jakarta juga ya?

Setiap mengantar Aya ke halte bis pagi hari, aku selalu melirik warung obachan ini (makanya hafal sayur2 yang dijual disana). Kadang2 menyapa obachan yang masih menggotong2 sayurannya dari truk kecil suaminya. Apa sayur2 jualannya cukup untuk membiayai hidup mereka ya? Mungkin sebagian besar sayur sudah dijual di suupa2 dan sayur yang dijual di warungnya cuma sayur2 ga 'lulus' masuk suupa ya. Berkat sayur2 mereka, para ibu sekitar pasti senang karena uang belanja bisa bersisa banyak dan bisa disimpan sendiri (hesokuri) ^-^.

Labels:

 
Aya no mama nulis jam: 10:28 PM, |

5 Comments:

oo betapa percayanya ya nenek ini sama warga disekitarnya, sampai sampai masalah uang pun nggak dipikirin, itulah, saking percayanya si nenek dgn pelanggannya, daku juga pernah liat nih toko sayur model ginian di tivi...hebat ya niken, mereka orang orang yang masih belum kena yang namanya penyakit jaman kini, "paranoid" orang yang masih jujur dan tulus gitu lohh...
senengnya ya ada warung ginian deket rumah. Kalo di Hakodate sini ada banyak deket tempat kerja suami. Emang murah sih, walaupun "penampilannya" gak seindah di suupa, tapi rasanya sama aja tuh. Hepi banget kalo suami pulang dgn segepok ninjin ato seplastik jagung manis, mana harganya "all 100 yen". Coba ya kalo di Urayasu juga ada, hehe.
masalah kejujuran ini yg palin heran eman gw disini ckckck secara mereka ga beragama gitu lho.

Obacan jgn percaya ma niken ^o^ hihi...

ayana can udah masuk sekolah ???
Nggak ada kassanya, Mbak ?!
Enak dong ya, kalo mau mendiskon diri kita sendiri .. wahahaha :))

Di Austria, di beberapa ladang pertanian juga sistemnya mirip gitu. Kiosnya dibiarin sendiri, abis beli kita ngasih duitnya ke semacam celengan gituh. Biasanya sih yang dijual bunga, kentang ama labu. Aku jarang beli disana sih :) Paling kalo pengen bunga segar aja ..
di korea sini ada sih warung2 dadakan gitu. cuma udah gak sesegar yang disupermarket tapi harganya lebih mahal (@_@). alasan mereka: kan jadinya gak perlu jauh2 ke supermarket ato bayar biaya transport kesono. Ada2 aja!


Lilypie 5th Birthday Ticker Lilypie 1st Birthday Ticker