Alat anti terik matahari
Tuesday, July 31, 2007
Jaman kuliah, barang yang ga pernah lupa dibawa selain buku kuliah & alat tulis adalah payung lipet. Karena jalan menuju kampus jauh dari jalan raya, payung jadi alat melindungi diri dari hujan ataupun terik panas matahari. Panasnya ga tahan siiih..
Yang heboh dan bikin aku geleng2 kepala, para wanita disini suka pakai sarung lengan, dan sarung leher selain topi sewaktu mereka berpanas2 kayak 2 orang senseinya Aya. Blio malah pakai ketiga2! (untung ga pegang payung summer segala). Emang sih aku juga ga kuat berpanas2 tapi sampai pake sarung2an begitu? ogah deh! "Kalau ga mau panas2 ya ga usah jadi sensei" begitu komen salah satu mama temennya Aya waktu kami ngobrol tentang para sensei. hehehe...Ada2 aja ya orang Jepun..
Kalau disini, payung ada 2 jenis, bukan payung panjang & payung lipet atau payung mahal & payung beli di 100yen shop tapi payung hujan dan payung summer (tak bilang payung obasan). Payung musim hujan sih sama aja kayak payung dimana2, berbahan ga tembus air tapi kalau payung musim panas berbahan kain tembus air, berenda2 di sekeliling payung macam payung yang dipakai sama none2 jaman Belanda, warnanya kalau ga putih ya hitam dan aku punya satu tuh pemberian temen tapi dah ga pernah dipake karena urat malu masih kenceng.
Yang heboh dan bikin aku geleng2 kepala, para wanita disini suka pakai sarung lengan, dan sarung leher selain topi sewaktu mereka berpanas2 kayak 2 orang senseinya Aya. Blio malah pakai ketiga2! (untung ga pegang payung summer segala). Emang sih aku juga ga kuat berpanas2 tapi sampai pake sarung2an begitu? ogah deh! "Kalau ga mau panas2 ya ga usah jadi sensei" begitu komen salah satu mama temennya Aya waktu kami ngobrol tentang para sensei. hehehe...Ada2 aja ya orang Jepun.. Labels: Japan, ngopi-ngopi
1 Comments:
back home
Post a CommentDisini .. pake sarung tangan pas kedinginan, Mbak ... huehehehehe :D




