Kalau papa Mi belanja
Wednesday, September 17, 2008
Kayaknya sudah 2 tahunan lebih Michio ga pergi berbelanja sendiri. Sejak bisa nyetir, aku selalu pergi berbelanja sendiri, mau mampir-mapir kemana dulu juga ga ada yang protes, ga ada yang ngubek-ngubek keranjang belanja, dan yang jelas, keranjang belanjaku bebas dari cemilan.
Sabtu lalu aku minta tolong papanya Aya untuk berbelanja. Dia pergi ke suupa murah favoritnya. Ga lama pergi, ada sms dateng:
"Deterjen A****k ga ada, kalo T*P mau ga?"
"Ya sud, tapi kalau deterjen lebih baik beli di home center", balasku.
Pulang-pulang, dia tunjukkan struk belanjaan. "Kalau boku yang belanja pasti lebih irit.." Tak lihat, deterjen yang dia beli jauh lebih mahal daripada biasa. Aku pesen apel dibeli pir Jepang, susu juga merknya lain, cuma 2 kotak pula (pesen 4 kotak), kolpun dia beli yang segede-gede bagong.. Nyengir deh...
Minggunya, setelah ngajar Jerman dia pergi belanja lagi, kali ini barang-barang yang perlu dibeli disebelahnya tak tulis nama suupa biar dia ga salah beli. Pulangnya, jus sayur pesenanku dibeli merk lain, lebih mahal pula, "tak pikir kalau mahal lebih enak, kandungan vitaminnya kan juga lebih banyak, tapi ternyata di suupa lain harganya lebih murah..." kecele dia..hihihi. Apel akhirnya dibeli juga cuma rasanya manis (aku justru cari yang asem, di suupa kemarin), pewangi/pelembut pakaian belinya warna lain, sabun cuci piringpun beda wangi dan fungsi, sambal rayuu dibeli yang berisi bubuk cabe, dan satu kantong plastik penuh berisi cemilan kesukaannya.. walah... "Zuibun kattena kaimono shitetawane..", ujarku sambil terkikik-kikik.
Buat belanja lain kali, kayaknya aku harus tulis mendetil barang-barang yang mau dibeli, biar suami ga kecele dan aku ga terkaget-kaget lihat barang-barang belanjaan yang dia beli hihihi.. Belanja itu ternyata ga gampang ya...
Mi, iroiro arigatou, totemo tasukatteruyo.
Sabtu lalu aku minta tolong papanya Aya untuk berbelanja. Dia pergi ke suupa murah favoritnya. Ga lama pergi, ada sms dateng:
"Deterjen A****k ga ada, kalo T*P mau ga?"
"Ya sud, tapi kalau deterjen lebih baik beli di home center", balasku.
Pulang-pulang, dia tunjukkan struk belanjaan. "Kalau boku yang belanja pasti lebih irit.." Tak lihat, deterjen yang dia beli jauh lebih mahal daripada biasa. Aku pesen apel dibeli pir Jepang, susu juga merknya lain, cuma 2 kotak pula (pesen 4 kotak), kolpun dia beli yang segede-gede bagong.. Nyengir deh...
Minggunya, setelah ngajar Jerman dia pergi belanja lagi, kali ini barang-barang yang perlu dibeli disebelahnya tak tulis nama suupa biar dia ga salah beli. Pulangnya, jus sayur pesenanku dibeli merk lain, lebih mahal pula, "tak pikir kalau mahal lebih enak, kandungan vitaminnya kan juga lebih banyak, tapi ternyata di suupa lain harganya lebih murah..." kecele dia..hihihi. Apel akhirnya dibeli juga cuma rasanya manis (aku justru cari yang asem, di suupa kemarin), pewangi/pelembut pakaian belinya warna lain, sabun cuci piringpun beda wangi dan fungsi, sambal rayuu dibeli yang berisi bubuk cabe, dan satu kantong plastik penuh berisi cemilan kesukaannya.. walah... "Zuibun kattena kaimono shitetawane..", ujarku sambil terkikik-kikik.
Buat belanja lain kali, kayaknya aku harus tulis mendetil barang-barang yang mau dibeli, biar suami ga kecele dan aku ga terkaget-kaget lihat barang-barang belanjaan yang dia beli hihihi.. Belanja itu ternyata ga gampang ya...
Mi, iroiro arigatou, totemo tasukatteruyo.
Labels: ngopi-ngopi, papa Mi
3 Comments:
Jadi inget dulu pernah pesen bapak-e Rui beli negi. Eee.. dia belinya negi yang guedhe guedhe mana yang masih lengkap dengan akarnya yang dekil gitu. Wueh... males banget waktu ngebersihin.
Hihihi.
Hihihi.
ayahnya kriwils juga kalo dimintai tolong belanja groceries, pasti banyak embel-embel yang dibeli. Cuma dimintai tolong beli sabun, pulangnya bisa bawa cemilan macem2...hehe....Pakabar Bumil?Genki-genki aja kan?



Pa kabar Ayaaaa :D
Potonya Aya di aplot duonggg, pan kangeennnnn hehehe..