Ibu depan rumah
Tuesday, January 16, 2007
Kemarin sebelum makan siang aku dan Aya pergi ke klinik naik sepeda buat minta obat sembelit untuk Aya. Sewaktu aku beresin seat belt boncengan, tiba2 ibu depan apaato (aku tanya Michio, namanya ibu Wada) sudah berdiri di belakangku dan mengajak bercakap2.
"Selamat siang, Rasha san ya?"
"Selamat siang, selamat tahun baru, kotoshimo yoroshiku onegasihimasu (My best regards this year)" (sambil bungkuk2) "Nama saya Furassharu"
sambil berjalan mendekati "Oh iya, dulu saya pernah ketemu suami anda, bukan orang Jepang tapi bahasa Jepangnya bla..bla..bla.. (aku ga gitu nangkep omongannya & lupa juga dia ngomong apa)
"Ah...engga kok..." (nangkep omongannya engga tapi sok ngerti)
"Ada waktu?"
"Maaf kami mau pergi" (gayanya kayak nolak sales yg suka ngebel rumah)
"Oh, saya cuma mau mengucapkan selamat tahun baru, kotoshimo yoroshiku onegaishimasu( " (sambil membungkuk resmi)
"Selamat siang, Rasha san ya?"
"Selamat siang, selamat tahun baru, kotoshimo yoroshiku onegasihimasu (My best regards this year)" (sambil bungkuk2) "Nama saya Furassharu"
sambil berjalan mendekati "Oh iya, dulu saya pernah ketemu suami anda, bukan orang Jepang tapi bahasa Jepangnya bla..bla..bla.. (aku ga gitu nangkep omongannya & lupa juga dia ngomong apa)
"Ah...engga kok..." (nangkep omongannya engga tapi sok ngerti)
"Ada waktu?"
"Maaf kami mau pergi" (gayanya kayak nolak sales yg suka ngebel rumah)
"Oh, saya cuma mau mengucapkan selamat tahun baru, kotoshimo yoroshiku onegaishimasu( " (sambil membungkuk resmi)
"Selamat tahun baru"
"Nama saya Wada (ini jg tadinya ga jelas, aku tanya Michio), umur saya 53 tahun suami saya 56 tahun dan bekerja 5 menit dari sini, anaknya 2, perempuan 26 thn, laki2 24 thn"
"Oh yang naik motor ya"
" Iya..maaf ya..berisik"
"Ngga kok, cuma pernah lihat aja, saya selalu berada di dalam rumah jadi ga kedengeran"
"Maaf ya karena mengganggu karena berisik. Apaatonya terang ya"
"Iya, yang sebelah sini (sambil nunjuk sebelah kiri) tapi..."
"Ya saya tahu, saya berteman dengan peghuni sebelumnya, saya pernah masuk dan tahu dalam rumahnya. Pemilik apaato tadinya membuat apaato itu untuk mereka tinggali"
"Oh..."
"Suami saya kerja, anak2 juga pergi, jadi saya sendirian di rumah, mengerti kan?"
"Oh.."
Percakapannya masih berlanjut sampe aku bosen dan cuma jawab "oh..oh..", "ga papa" atau malah cuma nyengir. Akhirnya aku mundurin sepeda mau siap berangkat, dan blio berkata,
"Itterasshai! (selamat jalan) Boleh kan saya bilang gitu, saya suka bilang gitu soalnya. Ki o tsukete kudasai (hati-hati)"
"Itte kimasu, iya gapapa kok..terima kasih"
Bliopun mengucapkan "Itterasshai" berkali2 dan akupun mengucapkan "haik..haik" berkali kali sampai ga konsen genjot sepeda.
Sekembalinya dari klinik, aku kembali sibuk markirin sepeda dan buka seat belt Aya. Tiba2 terdengar bunyi kunci dan pintu terbuka dari depan rumah, dan aku juga buru2 nurunin Aya. Tapi...begitu aku gendong Aya, ibu Wada tiba2 sudah berada di belakangku.
Kamipun melanjutkan chit chat seperti, blio kembali kasih tau kalau dirinya sendirian di rumah, kaget liat anting emas Aya kemudian menunjukkan kalung emasnya yang dibeli di Kyoto waktu honeymoon, dan kaget liat deretan gigiku yang katanya bagus kemudian menunjukkan deretan giginya sambil kasih tau kalau 3 gigi depannya merupakan gigi palsu. Aku cuma nyengir kuda...
"Nama saya Wada (ini jg tadinya ga jelas, aku tanya Michio), umur saya 53 tahun suami saya 56 tahun dan bekerja 5 menit dari sini, anaknya 2, perempuan 26 thn, laki2 24 thn"
"Oh yang naik motor ya"
" Iya..maaf ya..berisik"
"Ngga kok, cuma pernah lihat aja, saya selalu berada di dalam rumah jadi ga kedengeran"
"Maaf ya karena mengganggu karena berisik. Apaatonya terang ya"
"Iya, yang sebelah sini (sambil nunjuk sebelah kiri) tapi..."
"Ya saya tahu, saya berteman dengan peghuni sebelumnya, saya pernah masuk dan tahu dalam rumahnya. Pemilik apaato tadinya membuat apaato itu untuk mereka tinggali"
"Oh..."
"Suami saya kerja, anak2 juga pergi, jadi saya sendirian di rumah, mengerti kan?"
"Oh.."
Percakapannya masih berlanjut sampe aku bosen dan cuma jawab "oh..oh..", "ga papa" atau malah cuma nyengir. Akhirnya aku mundurin sepeda mau siap berangkat, dan blio berkata,
"Itterasshai! (selamat jalan) Boleh kan saya bilang gitu, saya suka bilang gitu soalnya. Ki o tsukete kudasai (hati-hati)"
"Itte kimasu, iya gapapa kok..terima kasih"
Bliopun mengucapkan "Itterasshai" berkali2 dan akupun mengucapkan "haik..haik" berkali kali sampai ga konsen genjot sepeda.
Sekembalinya dari klinik, aku kembali sibuk markirin sepeda dan buka seat belt Aya. Tiba2 terdengar bunyi kunci dan pintu terbuka dari depan rumah, dan aku juga buru2 nurunin Aya. Tapi...begitu aku gendong Aya, ibu Wada tiba2 sudah berada di belakangku.
Kamipun melanjutkan chit chat seperti, blio kembali kasih tau kalau dirinya sendirian di rumah, kaget liat anting emas Aya kemudian menunjukkan kalung emasnya yang dibeli di Kyoto waktu honeymoon, dan kaget liat deretan gigiku yang katanya bagus kemudian menunjukkan deretan giginya sambil kasih tau kalau 3 gigi depannya merupakan gigi palsu. Aku cuma nyengir kuda...
Ga lama akhirnya blio ngerti kalau kami belum makan siang dan menyilahkan aku masuk rumah. Setelah mengucapkan sayonara, kemudian aku balik ke arah apaato sambil gandeng Aya tak perhatiin blio langsung masuk rumah. Ppuuuuh...leganya....
Sebetulnya, sudah beberapa kali aku melihat ibu Wada ini kalau aku berada di luar rumah dan blio habis pulang bepergian atau mau pergi, tapi tak pernah sekalipun kami saling menyapa. Aku sampe mikir ibu ini cuek sama tetangga. Ga taunya, setelah kejadian kemarin ini aku malah jadi rada2 takut ketemu blio lagi karena: jarak berdirinya yang terlalu dekat denganku, obrolannya terlalu pribadi dan cara bicaranya yang kurang bisa ditangkap (aku kurang bergaul sama ibu2 kali ya), dan kok blio kayaknya nunggu aku pulang? Pokoknya ibu Wada ini agak 'beda' dengan ibu2 lain disekitar rumah. Apa karena kemarin blio kesepian dan cari temen ngobrol? Apa blio mencoba berusaha ramah dengan tetangganya? Saaa...... Kenapa blio ga ikut kumpulan ibu2 aja ya? bete banget kan dirumah sendirian ga ada kerjaan.
2 Comments:
back home
Post a CommentBeneer2 ramah yaa tuh Obachan, kali pengen bgt punya cucu, pas ngeliat Aya-chan, mabak hehehe
This comment has been removed by a blog administrator.



