Bapak dari Topi merah
Wednesday, May 30, 2007
Meskipun selama ini kami sudah 2 kali pindah rumah, baru kali ini kami pakai jasa hikkoshiyasan (jasa angkut pindah rumah) karena ada barang2 besar kayak sofa, kulkas, mesin cuci. Setelah cek biaya angkut ke beberapa hikkoshiyasan, Michio mutusin pakai si Topi merah, karena lebih murah karena perhitungan jarak dan tenaga manusianya (cuma satu plus Michio).Aku sih ga minat tanya2 soal hikkoshiyasan, yang penting semua barang bisa diangkut. Tapi begitu Michio cerita soal jasa si Topi merah ini, aku jadi agak2 kuatir. Waktu lihat truk angkut di websitenya, walaah...truknya kecil dan cuma pakai kain terpal di bagian belakangnya, beda banget sama truk angkut hikkoshiyasan lain. Apa bisa masuk kulkas setinggi orang?
Michio juga dapet masukan soal hikkoshiyasan ini lewat bosnya. Supir merangkap tenaga angkut itu biasanya ojisan2 (bapak2)! walaaah....apa kuat gotong kulkas 50 kg-an?
Bener deh, hari Sabtu truk mungil parkir di depan rumah opas dan ojisan2 keluar dari pintu truk. Aduuuh...lihat ojisan itu jadi sangsi dan ga tega juga. Badannya kurus, rambutnya yang memutih dengan sarung tangan putihnya siap menggotong barang2 kami. Waktu melihat kulkas kami yang tinggi blio langsung minta ijin mengukur truknya. Ga berapa lama, atap belakang truk mungil itu mendadak setinggi kulkas kami! Sulap banget! Ga ding, ternyata atap belakang truk itu bisa dipanjang-pendekkan sesuai kebutuhan.
Mulai deh Michio dan pak Terasu (namanya) mengangkut2 barang berat. Bener dugaan kami, bapak itu tenaganya ga begitu besar (yalah..wong sudah tua) keringatnya juga bercucuran membasahi barang2 kami. Michio bilang si bapak itu mengaku sudah 16 tahun bekerja di hikkoshiyasan!
Meskipun jendela kami agak rusak dan tembok agak lecet karena si bapak agak2 seradak seruduk waktu menggotong barang, aku salut sama blio. Di usia senja begitu masih mau (harus) kerja kasar demi menghidupi keluarganya. Hidup berat disini ga cuma berlaku buat orang asing seperti kami, tapi juga buat orang2 Jepang ya. Pak Terasu gambatte kudasaine!
P.S: Waktu lihat pak Terasu ini, aku jadi ingat bapak di rumah, Alhamdulillah bapak sekarang sibuk ngurusin tanaman di halaman, ngurusin burung dan ikan koi ...dan nonton sinetron di masa pensiunnya ^_^
Labels: hikkoshi


