Kelompok bermain Usagi Grup B (updated 221105)

Tuesday, November 08, 2005
Mulai hari Senin kemarin Ayana masuk kelompok bermain khusus di ikuseien kota Kashiwa. Awalnya sih hanya ingin terapi disana. Ayana sudah vakum 3 bulan sejak pindah dari Nagano, sudah saatnya dia mulai terapi lagi sebelum ketinggalan banyak. Ternyata waktu kita wawancara, disana hanya ada terapi PT (Physical Teraphy), sedangkan untuk ST (Speech Teraphy) dan OT (Occupation Teraphy) kita harus pergi ke tempat lain. Tetapi, di ikuseien ini tidak hanya terapi PT aja tapi ada kelompok bermain khusus, dimana anak-anak bisa bermain sekaligus terapi kecil-kecilan bersama dengan teman-teman lainnya dan juga tempat curhat untuk para mamanya sampai si anak beranjak dewasa. Sayangnya, kelompok bermain ini hanya boleh ikut sampai anak-anak bisa berjalan. Setelah pintar jalan, anak-anak tidak diperbolehkan untuk ikut kelompok bermain ini.

Kelompok bermain ini diadakan 2 kali sebulan, setiap hari senin. Kegiatannya sudah terjadwal: begitu datang main-main, taisou (olahraga), bermain dan bernyanyi, makan siang, terakhir nyanyi perpisahan. Enak banget ya? jadi pingin balik kecil deh..hehehe. Aya masuk kelompok bermain Usagi (kelinci) Grup B. Teman-teman Aya ada 4 orang, 1 perempuan dan sisanya laki-laki. Usia mereka pun rata-rata sama (2 bulan lebih tua dan 2 bulan lebih muda). Kayaknya yang lebih exciting datang ke kelompok bermain itu bukan Aya deh tapi aku, mamanya. Kenapa? Yaa...karena baru pertama kali ini aku bisa kenal dengan down chan lain, bisa main sama-sama, dan inginnya bisa ngobrol banyak sama mama-mama mereka.

Senin kemarin, temannya Aya yang datang hanya 2 orang, Natsuki chan (ce, nickname: Nacchan) dan Kouta kun (co, nn: Kouchan). Nacchan usianya 2 bulan lebih tua dari Aya, rambutnya lebih panjang dari Ayana dan badannya kelihatannya lebih besar, belum bisa berdiri sendiri dan lebih sering mengeluarkan perasaan daripada Aya (kalo nggak suka, marah terus nangis). Sedangkan Kouchan, usianya 2 bulan lebih muda, badannya mungil, rambutnya merah dan tipis, masih jalan tengkurep kayak ABRI dan murah senyum. Selain itu, kemarin ada seorang ibu yang datang melihat grup ini. Ibu itu cerita kalau anaknya berusia 2 bulan juga down chan dan masih dirawat di RS. (updated) Satu lagi temen Aya, Kaichan, umurnya diatas Aya 2 bulan, lebih besar, lebih pinter makan dari Aya.

Kelas dimulai jam 9.50 kumpul bersama di kelas kemudian pindah ke satu ruangan bermain luas bersama anak-anak grup lain yang lebih tua dari Aya. Disana kita nyanyi-nyanyi diiringi piano sambil olahraga. Tentu saja, nggak cuma anak-anaknya yang olahraga, para mama juga olah raga seperti orang jepang sebelum mulai kerja. Setelah itu, grup yang lebih tua kembali ke kelasnya, Aya dan teman-teman bermain alat, perosotan, ayunan, mobil-mobil-mobilan dll sambil sedikit terapi. Mungkin Ayana baru pertama kali ikut kelas ini atau gimana, dia lebih heboh dari yang lain, kesana sini, dipanggil nggak nurut..aku bener-bener capek waktu itu.

Setelah itu kita kembali ke kelas untuk bernyanyi sambil bermain, trus makan siang. Waktu makan siang, aku diajarin cara kasih minum pakai gelas dan sedotan. Hmmh...lumayan susah, tapi kalau sudah tau caranya pasti lebih gampang ya..ganbaru! Nacchan tak lihat makannya sudah bentuk padat tapi entah kenapa suka ngambek dan nangis, makannya jadi sedikit. Kouchan juga kelihatannya makannya dikit (apa nggak makan ya? lupa deh), tapi minum botolnya pintar..iri deh. Aya? Makannya habis plus yogurt plus susu sedikit karena acara minumnya ditambah latihan minum. Karena latihan minum ini Aya mulai gaya baru: muncratin air yang ada di mulutnya! ampun...mukaku kecipratan susu..pinter deh! Setelah makan siang, sikat gigi, trus nyanyi perpisahan dan pulang.

Kelas berikutnya diadakan tanggal 21 November, totemo tanoshimi. Saat ini Michio masih nganter kita dan nunggu kita disana, tapi kalau dia sudah mulai kerja, aku harus pergi naik bis kesana nih. Nggak papa deh, bisnya harus ke stasiun dulu kan, pulang dari sana aku bisa bura-bura (window shopping) disana..



"Tuhan menitipkan anak berkelainan pasti pada orang tua yang dinilai mampu merawatnya, tetapi kemampuan itu akan nyata bila didukung oleh kemauan/motivasi, upaya dan doa. Pada dasarnya tugas kita sebagai manusia memang berusaha dan berdoa, bila itu sudah kita lakukan dengan maksimal , maka bagaimana hasilnya itu adalah urusan Tuhan."
"Seminar Keluarga” pada peringatan HUT ke XV Solna Sabtu, 21 Agustus 2004
 
Aya no mama nulis jam: 2:30 PM, |

0 Comments:



Lilypie 5th Birthday Ticker Lilypie 1st Birthday Ticker