Taifuu 9 gou
Thursday, September 06, 2007

Malam ini taifuu kesembilan mampir ke tempat tinggal kami. Sejak pagi cuaca aneh, hujan turun berhenti turun berhenti ga jelas sama sekali bikin aku kehujanan karena ga bawa payung sewaktu mengantar Aya ke halte bis. Angin juga sama sekali ga ada bikin gerah.
TV bolak balik menyiarkan berita mengenai taifuu, beberapa tempat terkena longsor sehingga para penduduk terpaksa mengungsi. Mudah-mudahan taifuu kali ini ga menimbulkan banyak korban. Seberapa heboh sih taifuu itu?
Mulai jam 8-an angin kencang mulai bertiup bersama turunnya hujan. Alhamdulillah papanya Aya sudah sampai rumah karena banyak pegawai kantor ga bisa pulang karena kereta berhenti karena angin kencang ini. Waktu mengintip dari jendela, hujan ga begitu deras (kadang2 deras kadang2 mereda) tapi anginnya kuenceeeeng banget sampai bergemuruh bikin bulu kudukku berdiri. Tapi waktu iseng ke teras rumah, pintu terasa dihentak-hentak oleh angin. Aya yang tadinya asyik main-main juga sampai penasaran dan melihat ke luar dari jendela kamarnya. Malam ini pasti aku ga bisa tidur karena bunyi gemuruh taifuu. Budenya Michio pun telpon dari Okayama mengingatkan kami agar menyiapkan lampu senter dibawah bantal.. Siap tempur bo'!
Sepuluh tahun lalu, aku juga pernah ngalamin taifuu kayak gini di Kyoto dan Okinawa. Salah seorang temenku memberitahu agar kami menyiapkan lilin dan korek api, kaca jendela kamarpun sebaiknya ditempel lakban secara bersilang biar kalau pecah karena angin kencang pecahannya ga kemana-mana sewaktu taifuu datang. Okinawa selalu dihampiri taifuu setiap tahun, jadi sedia payung sebelum hujan gitu.. Dan sewaktu asyik jalan2 liburan musim panas di Kyoto, kami harus tinggal di penginapan karena angin kencang dan hujan mengguyur Kyoto. Tapi karena kami ga siap makanan, beberapa teman rela berbasah kuyub pergi membeli bento. Kok mau sih berbasah kuyub? yah..taifuu kan jarang2 ada, apalagi di negara lain macam Peru, Meksiko. Mumpung lagi ada, pingin dong ngerasain taifuu.. gitu kata mereka.
Ga berapa lama sekembalinya jalan2 musim panas, Okinawa dihampiri taifuu lagi. Cara mengetahui apakah sekolah diliburkan atau tidak hanya dengan melihat bis umum. Kalau bis umum ga beroperasi, berarti sekolah libur. Huaa..baru tahu kalau ada sekolah/universitas tergantung sama bis! Pagi hari, aku sudah asyik manteng di jendela kamar melihat ke terminal bis dibawah asrama sambil melihat pohon-pohon bergoyang-goyang kencang diluar. Heboh!!! Seneng banget begitu lihat bis ga jalan, berarti aku ga perlu berhujan2 ke kampus yang jaraknya 10 menit jalan kaki!! Sering-sering deh taifuu mampir ke Okinawa! Esoknya, temen Taiwanku marah-marah karena cuma dia yang datang ke kampus..huee...kenapa ga lihat bis!?
Besok sekolah Aya diliburkan karena taifuu dikuatirkan belum lewat. Bener-bener ga siap kalau Aya bakal ada di rumah seharian (duilee..!). Ajak Aya main hujan diluar aja ya? Wuaah...bisa-bisa dia terbang ketiup angin kenceng lagi!!
TV bolak balik menyiarkan berita mengenai taifuu, beberapa tempat terkena longsor sehingga para penduduk terpaksa mengungsi. Mudah-mudahan taifuu kali ini ga menimbulkan banyak korban. Seberapa heboh sih taifuu itu?
Mulai jam 8-an angin kencang mulai bertiup bersama turunnya hujan. Alhamdulillah papanya Aya sudah sampai rumah karena banyak pegawai kantor ga bisa pulang karena kereta berhenti karena angin kencang ini. Waktu mengintip dari jendela, hujan ga begitu deras (kadang2 deras kadang2 mereda) tapi anginnya kuenceeeeng banget sampai bergemuruh bikin bulu kudukku berdiri. Tapi waktu iseng ke teras rumah, pintu terasa dihentak-hentak oleh angin. Aya yang tadinya asyik main-main juga sampai penasaran dan melihat ke luar dari jendela kamarnya. Malam ini pasti aku ga bisa tidur karena bunyi gemuruh taifuu. Budenya Michio pun telpon dari Okayama mengingatkan kami agar menyiapkan lampu senter dibawah bantal.. Siap tempur bo'!
Sepuluh tahun lalu, aku juga pernah ngalamin taifuu kayak gini di Kyoto dan Okinawa. Salah seorang temenku memberitahu agar kami menyiapkan lilin dan korek api, kaca jendela kamarpun sebaiknya ditempel lakban secara bersilang biar kalau pecah karena angin kencang pecahannya ga kemana-mana sewaktu taifuu datang. Okinawa selalu dihampiri taifuu setiap tahun, jadi sedia payung sebelum hujan gitu.. Dan sewaktu asyik jalan2 liburan musim panas di Kyoto, kami harus tinggal di penginapan karena angin kencang dan hujan mengguyur Kyoto. Tapi karena kami ga siap makanan, beberapa teman rela berbasah kuyub pergi membeli bento. Kok mau sih berbasah kuyub? yah..taifuu kan jarang2 ada, apalagi di negara lain macam Peru, Meksiko. Mumpung lagi ada, pingin dong ngerasain taifuu.. gitu kata mereka.
Ga berapa lama sekembalinya jalan2 musim panas, Okinawa dihampiri taifuu lagi. Cara mengetahui apakah sekolah diliburkan atau tidak hanya dengan melihat bis umum. Kalau bis umum ga beroperasi, berarti sekolah libur. Huaa..baru tahu kalau ada sekolah/universitas tergantung sama bis! Pagi hari, aku sudah asyik manteng di jendela kamar melihat ke terminal bis dibawah asrama sambil melihat pohon-pohon bergoyang-goyang kencang diluar. Heboh!!! Seneng banget begitu lihat bis ga jalan, berarti aku ga perlu berhujan2 ke kampus yang jaraknya 10 menit jalan kaki!! Sering-sering deh taifuu mampir ke Okinawa! Esoknya, temen Taiwanku marah-marah karena cuma dia yang datang ke kampus..huee...kenapa ga lihat bis!?
Besok sekolah Aya diliburkan karena taifuu dikuatirkan belum lewat. Bener-bener ga siap kalau Aya bakal ada di rumah seharian (duilee..!). Ajak Aya main hujan diluar aja ya? Wuaah...bisa-bisa dia terbang ketiup angin kenceng lagi!!



mohon maaf juga atas segala salah dan khilaf. Selamat menyambut datangnya ramadhan mulia. Semoga ramadhan kali ini membawa berkah bagi kita semua.Amnin.